4. Metode Kelompok Nominal
Hampir sama dengan curah pendapat, tapi cara ini dirancang untuk mendorong setiap
pribadi peserta pelatihan memberikan sumbangsihnya dan untuk mencegah adanya
dominasi peserta tertentu. Pertama, peserta diminta menuliskan pendapatnya sebanyak
mungkin di atas selembar kertas atau kartu-kartu yang dibagikan. Pendapat-pendapat
tersebut merupakan jawaban terhadap suatu pertanyaan yang spesifik yang diajukan oleh
fasilitator atau sudah disepakati oleh peserta pelatihan (misalnya, “Apa yang seharusnya
dilakukan untuk memperbaiki lembaga ini?”). Selanjutnya, peserta menyampaikan pendapatpendapat tersebut dan fasilitator menyusunnya dalam suatu daftar. Peserta didorong untuk
menambahkan ke dalam daftar tersebut dan saling mengembangkan pendapat antara satu
dengan yang lainnya.
Setelah keseluruhan pendapat dicatat, barulah seluruh peserta mendiskusikan semuanya.
Seluruh peserta mengklarifikasi pendapat-pendapat dan, jika para penyumbang pendapat
setuju, menggabungkan pendapat-pendapat yang sama atau hampir sama. Selanjutnya,
dilakukan upaya untuk memprioritaskan jawaban yang paling dianggap penting atau
relevan. Dengan cara ini, kelompok dapat menentukan nilai-nilai apa yang ditempatkan oleh
setiap anggota secara kolektif terhadap pendapat yang sudah disarankan, setelah pendapatpendapat tersebut dihasilkan.
5. Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok kecil ini tidak jauh berbeda sebagaimana metode diskusi biasa. Dalam
diskusi kelompok kecil, para peserta akan melakukan diskusi dalam kelompok-kelompok
kecil. Satu kelompok dapat terdiri atas tiga sampai delapan orang. Setelah proses diskusi di
dalam kelompok selesai, peserta akan berkumpul kembali untuk mendengarkan hasil diskusi
dari semua kelompok.
Topik masalah yang akan didiskusikan di dalam kelompok kecil itu dapat saja sama untuk
setiap kelompok, dapat juga berbeda sama sekali. Kemungkinan yang lainnya adalah
setiap kelompok mendiskusikan topik masalah yang sama, tapi membahas poin-poin yang
berbeda yang masih menjadi bagian dari topik masalah tersebut. Masih dimungkinkan juga
setiap kelompok itu membahas topik masalah yang sama, tapi setiap kelompok diminta
menggunakan cara pandang yang berbeda dalam pembahasannya.
Sebagaimana juga teknik-teknik lainnya, yang perlu dipersiapkan sebelum memulai
diskusi kelompok kecil ini adalah pengantar tentang tujuan yang diharapkan dari diskusi
kelompok. Uraikan pula mengenai bagaimana proses dan mekanisme diskusi kelompok itu
akan dilakukan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah merancang pembagian kelompok.
Bagi kelompok ini dengan mempertimbangkan jumlah peserta, waktu yang tersedia, serta
keluasan dari topik diskusi. Selanjutnya, persilakan kelompok kecil untuk mulai berdiskusi.
Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR
31