hak asasi manusia, khususnya hak-hak
kelompok minoritas dan kelompok rentan
lainnya serta meningkatkan pemahaman
stakeholders tentang kewajiban negara
dalam penghormatan, pemenuhan dan
perlindungan hak asasi manusia, khususnya
bagi kelompok minoritas dan kelompok
rentan lainnya.
Pada 2017, Komnas HAM telah berhasil
melaksanakan beberapa kegiatan yang
berkaitan dengan Pemenuhan Hak bagi
Kelompok Minoritas, berupa pelatihan,
diseminasi, penyusunan dan penerbitan
Policy Brief bagi Kementrian Dalam Negeri
dan Kementerian Kesehatan.
Outcome yang diharapkan adalah
adanya aparatur pemerintah/negara yang
berperspektif HAM dalam menjalankan
tugasnya, terbangunnya jejaring antar
pemerintah daerah dan masyarakat
sipil yang mendorong pemajuan dan
perlindungan hak kelompok minoritas dan
terbangunnya komitmen untuk mendorong
perwujudan pemenuhan hak kelompok
minoritas.
Berikut rincian pelaksanaan kegiatan
Pemenuhan Hak bagi Kelompok Minoritas
Tahun Anggaran 2017:
1) Pelatihan “Pemenuhan Hak bagi
Kelompok Minoritas” dilaksanakan di
Trenggalek Jatim pada 30 Oktober 3 November 2017, diikuti 25 peserta
dari kalangan masyarakat sipil dan
pemerintah daerah;
2) Diseminasi “Pemenuhan Hak
bagi Kelompok Minoritas” pada
5 Desember 2017 di Tanggerang
Selatan, dengan peserta sebanyak
50 orang, yaitu para alumni pelatihan
minoritas dan perwakilan Komnas
HAM;
3) Penyusunan dan Penerbitan
Policy Brief terkait pemenuhan
HAM dasar bagi lima Kelompok
Minoritas (Penyandang Disabilitas,
Minoritas Ras, Minoritas Etnis,
Minoritas Agama dan Kepercayaan,
Minoritas Orientasi Seksual dan
Identitas Gender) yang berdasarkan
skala prioritas dan kepentingan
strategis. Policy Brief disusun untuk
Kemendagri dan Kemenkes;
4) Kerjasama dengan Pemkab
Trenggalek khususnya dalam
pelaksanaan pelatihan HAM.
90
I
2. Penyebarluasan Wawasan dan NilaiNilai HAM
Mandat ini dilaksanakan melalui kegiatan
penerbitan, perpustakaan, teknologi
informasi dan kampanye HAM. Berikut
rincian pelaksanaan kegiatan yang telah
dilaksanakan sepanjang 2017:
a. Penerbitan
Penerbitan mencakup berbagai isu yang
mengupas masalah-masalah HAM di
Indonesia, maupun pelaksanaan tugas
pokok dan fungsi Komnas HAM. Berikut
beberapa produk terbitan yang telah
dihasilkan selama 2017, yakni:
1) Policy Brief Hak Kelompok Minoritas
untuk Kemenkes RI dan Kemendagri;
2) Buku Instrumen HAM,
3) Brosur Human Rigts City;
4) Manual Pelatihan Sekolah Ramah
HAM;
5) Digitalisasi Terbitan Komnas HAM;
6) Buletin Wacana HAM (3 edisi);
7) Majalah Suar No. 1 Tahun 2017.
b. Perpustakaan
Perpustakaan Komnas HAM berkomitmen
untuk mendukung aktivitas setiap kegiatan
Komnas HAM dengan menyediakan
informasi dan dokumen yang diperlukan,
berupa buku, jurnal, majalah, dan literatur
lainnya. Perpustakaan Komnas HAM juga
diharapkan dapat menjadi pusat rujukan
terkait dengan isu HAM di Indonesia,
karena mempunyai sekitar 11.865 jenis
koleksi buku HAM yang terlengkap di
Indonesia. Pada 2017, Perpustakaan
Komnas HAM telah membangun dua
aplikasi untuk membantu penggunanya
dalam mencari informasi tentang Komnas
HAM atau isu hak asasi manusia, yaitu:
1) Repositori Dokumentasi Komnas
HAM
Aplikasi ini menghimpun kerja-kerja
Komnas HAM yang terekam dalam
foto, laporan, berita artikel media
cetak, dan media kampanye. Aplikasi
ini dapat diakses secara daring di
perpustakaan.Komnasham.go.id/
dokumentasi.
2) Manajemen Pengetahuan dan
Pembelajaran Hak Asasi Manusia
(MaP2HAM)
Aplikasi ini akan memberikan
referensi kepada pengguna terkait
subjek-subjek hak asasi manusia.
Laporan Tahunan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) Republik Indonesia 2017
Dalam dunia perpustakaan sarana
referensi ini disebut dengan
pathfinder. Aplikasi ini juga dari
diakses secara daring di https://
perpustakaan.Komnasham.go.id/
pustakawan
Selain itu, Perpustakaan Komnas HAM
juga melaksanakan pekerjaan rutin yang
meliputi pengadaan, pengolahan dan
pelayanan bahan pustaka. Selama 2017,
koleksi Perpustakaan Komnas HAM
bertambah sebanyak 301 judul buku
koleksi. Penambahan ini didapat dari
pembelian, hadiah, dan tukar-menukar
terbitan. Sampai dengan akhir 2017,
koleksi Perpustakaan Komnas HAM
tercatat mencapai 11.865 judul koleksi
yang terdiri atas buku, jurnal, dokumen
lepas dan audio visual.
Untuk memberikan informasi tentang
layanan yang disediakan, Perpustakaan
Komnas HAM mengikuti pameran di
Perpusnas Expo 2017 dan Legal Expo
2017. Selain melalui pameran, promosi
melalui media sosial dan situs web tetap
dilakukan. Media ini digunakan untuk
menginformasi layanan dan koleksi-koleksi
yang dimiliki oleh perpustkaan. Sepanjang
2017, tercatat pengunjung Perpustakaan
Komnas HAM mencapai 2.404 orang
meliputi 1.804 orang internal Komnas
HAM dan 600 orang berasal dari ekternal
Komnas HAM.
c. Teknologi Informasi
Upaya penyebarluasan wawasan HAM juga
dilakukan dengan memanfaatkan media
yang berbasis teknologi informasi. Berikut
beberapa kegiatan teknologi informasi
yang telah dilaksanakan sepanjang 2017,
yakni:
Istimewa Yogyakarta dan Pemkab
Sleman;
3) Mendukung Kebijakan Keterbukaan
Informasi Publik melalui pengelolaan
informasi dan dokumentasi. Pada
2017, Komnas HAM memperoleh
penghargaan di peringkat 10 dari
77 lembaga negara non struktural
dalam hal kepatuhan terhadap UU
Keterbukaan Informasi Publik;
4) Pengelolaan media sosial Komnas
HAM melalui twitter dan facebook
Komnas HAM untuk kampanye dan
branding lembaga;
5) Pengembangan web-based tool
SDGS berbasis HAM yang dapat
diakses di https://sdg.Komnasham.
go.id/id/tpb/
6) Pengelolaan Website Komnas HAM,
melalui manajemen keredaksian yang
anggotanya terdiri atas staf dari
masing-masing unit di Komnas HAM.
Pada tahun 2017, jumlah user website
mencapai 150.056 pengunjung (83
persen pengunjung baru, 17 persen
pengunjung lama). Website Komnas
HAM juga selalu diupdate dari sisi
desain dan konten agar mampu
mengikuti situasi kekinian;
7) Kegiatan rutin untuk memastikan
infrastruktur teknologi informasi
berjalan baik melalui kegiatan
back up data (server dan personal
computer), perawatan server,
perawatan jaringan, perawatan
website, dan pengadaan anti virus;
d. Kampanye Nasional HAM
Kampanye Hari HAM Internasional yang
dilaksanakan sepanjang 2017, yakni:
1) Mendesain Database HAM terpadu
bekerjasama dengana The Asia
Foundation/USAID. Pada 2017, telah
dilaksanakan asesmen teknologi
informasi di Komnas HAM di Jakarta
dan di enam kantor perwakilan di
Papua, Maluku, Aceh, Sumbar, Kalbar,
dan Sulteng;
1) Mimbar Kemanusiaan dan Konferensi
Kabupaten/Kota Ramah HAM di
Hotel Manhattan Jakarta pada 6
Desember 2017;
2) Mendukung program E-Government
melalui layanan supporting
pembangunan aplikasi di Komnas
HAM dan studi banding ke beberapa
instansi/lembaga pemerintahan
yang telah mengembangkan E-Gov
dengan baik, diantaranya ke Pemprov
Jawa Barat, Pemkot Bandung, Badan
Geologi ESDM, Pemprov Daerah
3) Kegiatan “Malam Puisi” di Galeri
Nasional pada 9 Desember 2017 di
Jakarta;
2) Kegiatan HAM Dalam Layar “Night
Bus” di XXI Setiabudi pada 7
Desember 2017;
4) Kegiatan “Gowes untuk
Kemanusiaan” pada 10 Desember
2017 di Jakarta;
5) Kegiatan Pentas Seni “Harmoni untuk
Kemanusiaan” pada 10 Desember
Laporan Tahunan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) Republik Indonesia 2017
I 91