MODUL 3
Alternatif Metode
Metode Belanja Kartu
1. Fasilitator mengajak peserta untuk mengenal dan membedakan konsep kebutuhan (need)
dan hak (rights).
2. Fasilitator menyiapkan dua puluh kartu yang telah dituliskan kata-kata dengan kategori
‘hak’ dan kategori ‘kebutuhan’, masing-masing 10 kata.
3. Fasilitator membagi peserta menjadi empat kelompok dengan berbagai macam permainan.
Masing-masing kelompok diberikan modal tiga kartu kosong dengan warna yang khusus.
4. Fasilitator menyiapkan toko untuk menjual keduapuluh kartu yang telah disiapkan.
5. Setiap kelompok diminta membuat strategi untuk mengumpulkan sebanyak mungkin
kartu dengan nilai yang sama antara “hak saja” atau “kebutuhan saja”.
6. Setiap kelompok diminta untuk berbelanja kartu kepada fasilitator dengan menukar satu
kartu kosong untuk dua kartu di toko.
7. Jika kartu di toko habis, peserta dimungkinkan untuk menulis sisa kartu kosong dengan
kata berkategori “hak” atau “kebutuhan” sesuai strategi yang dipilih kelompok. Jika kata
yang ditulis oleh kelompok sama dengan kata yang sudah ada di toko, maka tidak dapat
dihitung.
8. Setiap kelompok diminta untuk menempelkan kartu-kartu yang dihasilkan pada kertas
flipchart dengan menuliskan kategori ‘hak’ atau kategori ‘kebutuhan’.
9. Setiap kelompok memaparkan mengapa memilih kategori tersebut dan mengapa kartukartu yang dipilih masuk dalam kategori yang dipilih.
10. Setelah dirasa cukup, fasilitator memandu kelas untuk berdiskusi dan mengidentifikasi
perbedaan hak dan kebutuhan. Dalam penjelasan ini, fasilitator juga menghubungkannya
dengan konsep pemangku hak (right holder) dan pemegang kewajiban (duty bearer).
11. Kelompok yang terbanyak mengumpulkan kartu sesuai dengan kategorinya layak
mendapat apresiasi.
MANUAL PELATIHAN HAM Pengarustamaan Kabupaten/Kota HAM (Human Rights Cities) | 39