“Sampan Kecil Berpendayung
Bambu”
(Tutur Perempuan Adat Dusun
Lame Banding Agung
Semende Memperjuangkan
Tanah Adatnya)
Ü Wina Khairina41 dan Vera Valinda42
Sangkan kami make kerme, Randeh obat mabuk kepayang,
Sangkan kami di Dusun Lame, Tanah tinggalan nenek
moyang
“Biduk Upih Pendayung Bilah, Layar Telasan Tinggal Setah”
“Meskipun keras, sulit dan mustahil dicapai,
perjuangan masyarakat adat Semende akan terus dilakukan hingga
tercapai tujuan”.
Rabiah Mulana,
Wawancara, Kampung Lame Banding Agung Semende, 23 Oktober 204
41
42
Antropolog dan peneliti di Hutan Rakyat Institute (HaRI), Tutor peneliti “Visioning the Status of
Ancestral Domains (Wilayah Adat) in Indonesia in the Year 2025”.
Assesor Peneliti, Tutur Perempuan Masyarakat Adat untuk kasus Semende Dusun Lame
Banding Agung di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Naskah ini pada awalnya ditulis sebagai
bagian dari proses National Inquiry Komisi Nasional Hak Asasi Manusia tentang Masyarakat
Adat 2014 untuk Regio Sumatra.
53