42
Konfl ik Agrar i a Ma sya r akat H ukum A dat Ata s W i layahnya di K awa s a n Hu ta n
sedang dibawa menuju Mapolres Humbang Hasundutan. Mendapat
informasi bahwa 16 warga sedang dalam perjalanan menuju Mapolres,
warga pun segera berembuk. Disepakati untuk mengutus Kepala Desa
ke Mapolres untuk memastikan siapa-siapa saja yang ditangkap, apakah
benar mereka dibawa ke Mapolres, dan untuk memastikan apakah
mereka dalam keadaan baik (tidak mengalami penyiksaan).
Sekitar pukul 17.00 WIB Kepala Desa Pandumaan bersama staf KSPPM,
lembaga pendamping petani kemenyan di dua desa ini, berangkat ke
Mapolres untuk melihat dan memastikan hal itu. Namun di Polres,
mereka belum bisa bertemu dengan 16 warga yang ditangkap tersebut.
Menurut informasi yang mereka peroleh, keenam belas warga yang
ditangkap belum tiba di Mapolres.
Dari warga yang masih berada di tombak, diketahui nama-nama keenam
belas warga yang ditangkap, yakni warga Desa Sipituhuta: Hanup
Marbun, Leo Marbun, Onri Marbun, Jusman Sinambela, Jaman Lumban
Batu, Roy Marbun, Fernando Lumban Gaol, Filter Lumban Batu, Daud
Marbun; dan warga Desa Pandumaan: Elister Lumban Gaol, Janser
Lumban Gaol, Poster Pasaribu, Madilaham Lumban Gaol, Tumpal
Pandiangan, Rudianto Lumban Gaol.
Mendengar adanya penangkapan ini, warga pun tetap berkumpul dan
berjaga-jaga di dua desa. Mereka sepakat untuk menghadang truk
aparat yang membawa 16 teman mereka. Mereka pun bergerak menuju
Simpang Marade, yakni salah satu dusun di Sipituhuta yang berada di
jalan lintas Doloksanggul-Sidikalang. Warga memperkirakan bahwa truk
aparat yang membawa teman mereka akan melalui jalan tersebut
menuju Mapolres.
Sekian lama menunggu belum juga terlihat truk aparat yang dimaksud.
Sementara itu diperoleh informasi bahwa di depan kantor Polsek
Kecamatan Pollung saat itu sudah ada 7 unit truk aparat. Menurut
informasi warga, iring-iringan truk aparat ini bermaksud menjemput
Kapolres dan Wakapolres dari kantor Polsek tersebut. Lokasi kantor
Polsek ini tidak jauh dari Simpang Marade (sekitar 1 km). Tidak lama
kemudian kembali diperoleh informasi bahwa iring-iringan truk aparat
mulai bergerak. Warga pun mulai bersiap-siap berkumpul di pinggir
jalan, bermaksud menghadang truk aparat untuk menanyakan tentang
penangkapan dan keberadaan 16 teman mereka yang ditangkap aparat
tersebut.