SUMAT E R A Kopi Semende menjadi andalan penghasilan Provinsi Lampung. Meskipun diproduksi di Bengkulu, namun buruknya fasilitas jalan menuju Bengkulu, menyebabkan masyarakat adat dan tengkulak lebih senang membawa kopi-kopi tersebut ke Lampung. Peristiwa Juli 2012, Operasi Turunkan Perambah: Semende Membara Peristiwa yang terjadi pada bulan Ruwah itu masih memilukan hati bagi masyarakat Banding Agung Semende hingga kini. Saat itu sekitar bulan Juli 2012. Beberapa hari sebelumnya, Polhut TNBBS sudah menyampaikan kepada masyarakat adat agar turun dulu ke bawah, dengan alasan kalau tidak turun, nanti masyarakat adat akan kehabisan stok pangan sembakonya. Masyarakat kebingungan, namun sebagian besar menuruti untuk turun ke bawah keluar dari rumah masingmasing.53 Tragedi yang kemudian terjadi adalah rumah-rumah masyarakat didobrak dan dimasuki tanpa izin. Polhut bersama mitra Polhut bagaikan preman, menyeraki isi rumah, baik pakaian maupun isi dapur. Setelahnya mereka membakar rumah-rumah penduduk beserta isinya. Termasuk juga di dalamnya mesin-mesin penggiling kopi, serta kopikopi yang baru di panen. Sebanyak 120 rumah dari empat talang di Dusun Lame Banding Agung Semende terpanggang api dan membara malam itu. Masyarakat adat yang kemudian saling berkomunikasi atas peristiwa besar tersebut terkejut bukan kepalang. Sebagian yang melihat kedatangan Polhut bersembunyi di hutan-hutan. Bagi mereka, Indonesia tidak ada di Dusun tersebut. Setelah diperiksa, rumah yang selamat hanya rumah-rumah yang cukup tersembunyi. Seorang perempuan Banding Agung Semende, Rahayu menuturkan bagaimana isi rumahnya habis terbakar beserta seluruh harta yang dimilikinya. Lenyap sudah 60 karung kopi, 50 kaleng padi, 2 buah tangki, 5 buah tikar rumbai, peralatan dapur dan memasak, serta stok sembako yang dimilikinya. Bahkan ayam peliharaan pun ikut dijarah oleh Polhut TNBBS. Ia menuturkan perasaannya sebagai berikut. “Bagaikan disambar petir di siang hari menyaksikan rumah kami telah menjadi debu. Seketika kaki lemas, tidak mampu 53 Masyarakat adat Dusun Lame Banding Agung Semende selalu menggunakan kata “turun ke bawah” untuk menyatakan keluar dari Dusun Lame Banding Agung Semende. Biasanya turun ke rumah keluarganya di Kecamatan Nasal atau ke pasar. 75

Select target paragraph3