SUMAT E R A terpaksa harus bekerja keras membantunya agar bisa membayar hutang-hutang tersebut. Meskipun berusaha untuk tetap tabah, namun nyata Midi sangat tertekan. Kini ia menderita darah tinggi hingga tensinya pernah mencapai 180. Penyakit yang tidak dimilikinya sebelumnya. Hal ini juga akhirnya menjadi beban baru bagi Yenny dan keluarga. Pengobatan harus rutin, namun uang tidak selalu ada. Ia juga sakit-sakitan dengan kondisi tahanan di mana makanan juga sangat buruk. Dalam satu kesempatan wawancara ia menggambarkan perasaannya yang terdalam. “Sakit dek! Kami sampai kocar-kacir, rumah tangga sampai berantakan karena mempertahankan hak kami. Harta kami sedikit-sedikit habis. Saya ingat Bapak saya berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, tetapi sekarang anaknya tidak bisa mencicipi kemerdekaan. Harus dipenjara karena mempertahankan haknya. Akulah kepala keluarga, sekarang usaha tidak bisa dilanjutkan, karena anakku juga harus mengurus aku. Mempertahankan rakyat banyak dan hakku sendiri. Istri juga sakit-sakitan sejak aku di penjara. Aku juga sakit-sakitan sejak di sini. Tanah ini bukti-buktinya ada. Kalau negara mau ambil harusnya jangan sekarang, tetapi dari dulu, waktu 1 orang saja. Seluruh Lampung Barat, Lampung Selatan, dan Lampung Utara sudah dibuka, sudah habis kawasan itu, tetapi kenapa Banding Agung yang dihalau yang sedikit” (Midi, 55 tahun, HRDs yang dikriminalisasi, wawancara via telepon, 26 Oktoebr 2014). Kisah Yenny dan keluarganya merupakan potret bagaimana kerusakan psikis dan sosial ekonomi yang dialami oleh korban dan keluarga yang mengalami kekerasan, kriminalisasi, dan eksklusi dari tanah adatnya. Dampaknya berantai, satu pelanggaran HAM mengakibatkan beragam bentuk pelanggaran HAM lainnya. Hilangnya rasa aman atas harta milik di ikuti hilangnya hak atas perumahan, hak atas pekerjaan, hilangnya hak untuk di perlakukan sama di depan hukum, hak atas pengakuan sebagai masyarakat adat dan pengakuan atas wilayah adat dan budayanya, hak untuk keamanan atas harta milik dan lain-lain. Hal ini secara berkelanjutan menimbulkan banyak pelanggaran hak-hak yang lainnya. 85

Select target paragraph3