86 BAHAN BELAJAR Menghargai dan menghormati harkat-martabat umat manusia: tak ada yang diminta lebih oleh hak asasi manusia, itu saja sebenarnya sudah lebih dari cukup. Seandainya seluruh umat manusia bisa melakukannya, bisa menghargai dan menghormati apa yang menjadi harkat dan martabat yang sesungguhnya melekat pada dirinya, sesuatu yang kemudian disebut sebagai hak asasi manusia itu niscaya tak akan dikumandangkan selantang seperti sekarang. Bahwa hak asasi manusia itu sebenarnya adalah dunia di sekitar kita, bermula dari lingkungan kita, di suatu tempat yang sangat dekat dengan diri kita. Akan tetapi, upaya untuk menghargai dan menghormati harkat-martabat umat manusia ternyata tidaklah segampang sebagaimana yang mungkin dibayangkan. Perwujudannya sering mengalami ketersendatan, penuh aral melintang, dan berliku. Harkat-martabat umat manusia begitu kerap pula dicederai dengan berbagai cara, bahkan tak jarang dinistakan sedemikian rupa oleh sesama manusia. Maka tak bisa tidak, hak asasi manusia ini pada akhirnya harus diperjuangkan adanya, agar harkatmartabat umat manusia bisa kembali tegak berdiri, agar tak lagi dicabik-cabik dan diberangus secara keji. Pernyataan Eleanor Roosevelt yang dikutip di awal tulisan ini tampaknya patut untuk kita renungkan: bahwa hak asasi manusia itu sebenarnya adalah dunia di sekitar kita, bermula dari lingkungan kita, di suatu tempat yang sangat dekat dengan diri kita. Tidak berlebihan barangkali jika kemudian dikatakan, hak asasi manusia itu sebenarnya berawal dari diri kita sendiri, sebagai individu, sebagai manusia. Oleh karena itu, maka dari diri kita sendiri yang kemudian harus memulainya, paling tidak, dengan menghargai dan menghormati harkat dan martabat yang melekat di dalam diri kita sendiri. Sesungguhnya hanya tindakan sederhana saja yang dibutuhkan yaitu, menghormati dan menghargai. Tetapi mungkin karena sederhananya itu seringkali kita malah kurang memperhatikannya, atau justru, baik dengan sengaja ataupun tidak, malah mengabaikannya. Boleh jadi, kita pun sering melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai hak asasi manusia: kita melanggarnya, atau bahkan sampai mencederainya. Sangat mungkin juga, hak asasi kita pun kerap dilanggar oleh orang lain, dicederai oleh orang lain. MA N UA L P E L AT I H A N DA S A R H AM : PEGANGAN PARTISIPAN - K O M N A S H A M 2 0 1 5

Select target paragraph3