BAB IV
D I N A M I K A L I N G K U N G A N S T R AT E G I S
masa depan, pada abad 21. “Bahwa nasionalisme sudah tidak sesuai lagi
dengan kebutuhan manusia dan kebutuhan dasar politik manusia,”13) yang
dalam istilah yang dipakai oleh Daoed Joesoef yakni beralih dari nationstate ke region-state.14) Hal terakhir ini harus mendapat perhatian khusus
dalam upaya Indonesia untuk mendefinisikan ulang bagaimana wujud
nasionalisme yang tepat di masa depan, yakni Pancasila sebagai ideologi
yang bersifat terbuka dan berkesesuaian atau berkesinambungan dengan
nilai-nilai universal, seperti halnya dengan demokrasi dan hak asasi manusia
karena di satu pihak, masih kuat keyakinan masyarakat bahwa Pancasila
adalah ideologi pemersatu bangsa; dan di lain pihak, semakin merosotnya
keberadaan nasionalisme di mata masyarakat politik internasional.
Catatan kedua, terkait dengan kebijakan politik Indonesia yang akan
mentransformasi Indonesia menjadi poros maritim dunia, karena ada
semacam tuntutan dari pihak internasional, sebagaimana yang disampaikan
oleh Zenko Suzuki, mantan Perdana Menteri Jepang, dalam kaitannya
dengan upaya untuk mewujudkan Abad Pasifik, maka Asia Pasifik harus
dikonstruksikan, antara lain, sebagai berikut:
1. “Samudera yang damai”, agar kawasan ini tetap eksis dengan tingkat
kemakmuran meningkat.
2. “Samudera yang bebas”, artinya terdapat kebebasan untuk saling
mengunjungi.
13) Djelantik, 2015:29-30. Nasionalisme cenderung maujud dalam beragam bentuk. Mochtar KusumaAtmadja mewujudkankannya ke dalam nasionalisme kuliner. Pane. Editor. Mohammad Hatta: Politik,
Kebangsaan, Ekonomi (1926-1977). Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2015. Halaman 409-419. Lainnya,
dalam bentuk nasionalisme di bidang olahraga dan seni. Metrotvnews.com merangkum 5 band yang
melahirkan karya nasionalistis: pertama, Koes Plus - Seri Lagu Nusantara. “Mereka memberi judul
lagu-lagunya dengan nama Nusantara. Sejak era 1970-an hingga 1990-an, hampir di setiap album,
Koes Plus menyelipkan lagu Nusantara dengan berbagai versi. Salah satu versi Nusantara yang populer
adalah Nusantara V.” Kedua, Twentyfirst Night - Selamanya Indonesia.” Selamanya Indonesia terdapat
dalam album Dreams of Youth yang rilis pada 2011. Lagu ini secara garis besar mengungkapkan
rasa cinta terhadap Indonesia.” Ketiga, NTRL - Garuda di Dadaku. “Lagu Garuda di Dadaku biasa
didengungkan saat Indonesia berlaga di pentas olahraga, terutama sepak bola. Lagu ini menceritakan
sikap optimistis masyarakat Indonesia akan kekuatan diri untuk melibas lawan dalam pertandingan
olahraga.” Ke-empat, Cokelat – Bendera. “Secara garis besar, Bendera mengisahkan upaya Warga
Negara Indonesia untuk selalu mengharumkan negeri dengan segala keterbatasan yang ada.” Kelima,
Pee Wee Gaskins - Dari Mata Sang Garuda. “Lagu ini kian populer setelah televisi memutarnya
berulang-ulang sebagai lagu latar berbagai pertandingan olahraga internasional yang melibatkan
kontingen Indonesia.” http://hiburan.metrotvnews.com/read/2015/08/17/421865/5-band-yangalbumnya-terdapat-lagu-nasionalisme
14) Daoed Joesoef, Studi Strategi. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2014. Halaman 194.
72
Pancasila, Hak Asasi Manusia dan Ketahanan Nasional