Temuan
FAKTA-FAKTA
itahan selama 20 hari di gua yang sama, di mana ia diikat ke pohon
d
dan diperkosa setiap hari. Ia kembali melarikan diri dan tentara Jepang
kembali menangkapnya, lalu kembali memperlakukan dirinya secara
tidak manusiawi, sama seperti pada saat ia pertama kali tertangkap
kembali. Ia bersaksi:
Saya dipukuli dan mereka memperlakukan saya dengan b
rutal... Mereka
mengikat tangan saya ke pohon jadi saya seperti tergantung d
ipohon
.... Jadi lengan saya ditarik dan seluruh badan saya dipukuli dan s etelah
mereka memperkosa saya, m
ereka menceburkan saya ke dalam s ungai,
ke dalam air... Pada saat itu sedang musim dingin, mungkin di bulan
Januari. Pada saat itu dinginnya sangat mengigit, sungainya sampai
beku.... dan saya telanjang dalam keadaan dingin yang sangat menggigit.
”Hukuman” ini berjalan selama beberapa minggu. Setiap kali mereka
menggotong Wan Aihua kembali ke gua, para tentara berulang kali
memerkosanya. Akhirnya ia kehilangan kesadaran dan tentara Jepang
membuangnya ke sebuah sungai di dekat situ. Ia bersaksi seorang pria
tua menyelamatkan dirinya saat ia hampir tenggelam.
Yuan Zhulin, seorang penyintas lainnya, bersaksi bahwa ia ditipu,
sehingga menjadi “comfort women” pada usia 18 tahun. Ia bersaksi:
[Seorang] perempuan lokal...memuji bayi saya sangat cantik dan
menawarkan pekerjaan yang sangat menguntungkan, yaitu m
encuci
piring dan baju.... Saat itu saya tidak menerima tawaran itu. dan
perempuan tersebut berujar saya akan menyesalinya dan .... ia tidak
akan membohongi saya karena ia juga orang Cina .... Saya sangat miskin
dan harus membiayai lima anggota keluarga dan akhirnya menerima
tawaran tersebut. Pada hari itu juga saya naik mobil dan berangkat...
Ketika tiba, ternyata tempat itu adalah markas tentara Jepang dan
terlihat serdadu Jepang yang b
erjaga membawa senapan terhunus dan
saya menjadi sangat takut dan mulai menangis dan berbicara... kepada
perempuan Cina itu b
ahwa ia telah membohongi saya.... Saya berkata
bahwa saya tidak mau tinggal di sana dan saya memohon kepadanya
untuk melepaskan saya.... Para tentara Jepang dan pengelola “comfort
station” keluar dan berusaha menyeret saya ke dalam dan saya melawan.
Tapi, mereka mulai melecehkan dan memukul saya. Kejadian tersebut
sangatlah mengerikan.
71
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents