Hukum YANG BERLAKU Bukti-bukti kekerasan seksual yang diperoleh IMTFE jumlahnya sangat memadai untuk memastiikan bahwa kejahatan tersebut termasuk kejahatan serius di dalam yurisdiksi Tribunal. Bukti-bukti tersebut membuat HATA395 dan MATSUI 396, bersama Menteri Hirota397 dinyatakan bersalah oleh IMTFE karena gagal mencegah tindakan keji, termasuk perkosaan dan kekerasan seksual lainnya, yang dilakukan anak buah mereka. Pada persidangan Tribunal Militer Amerika Serikat di Manila yang mengadili YAMASHITA, dilakukan penelusuran bukti-bukti pembunuhan yang bersifat massal dan membabi-buta, juga perkosaan dan penjarahan di Manila, yang memiliki banyak kemiripan dengan kejahatan-kejahatan yang dilakukan pada serangan Perkosaan Nanking. Kendati merebaknya perkosaan telah jelas memamerkan agresi seksual masa perang yang tidak dibatasi dan tidak dikendalikan, para terdakwa masih berusaha untuk menggambarkannya sebagai tindak kejahatan tersendiri yang merupakan luapan ketakutan dan frustrasi yang memuncak : “Kami hanya melihat penjarahan, pembunuhan dan perkosaan yang liar dan tak terhindarkan. Kalaulah ada penjelasan tentang cerita Manila, kami yakin alasannya adalah: Karena terperangkap di kota yang terkutuk, dan menyadari hanya akan hidup beberapa hari lagi, tentara Jepang mengamuk, dan melampiaskan ketakutan dan nafsu terpendam mereka dalam suatu pesta seks terakhir.” 398. Saat menyampaikan Putusan terhadap YAMASHITA, Presiden Komisi menjelaskan bahwa kejahatankejahatan yang “dibiarkan terjadi” oleh YAMASHITA, dan merupakan “pelanggaran terhadap hukum perang”, dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, dan salah satunya adalah “Penyiksaan, perkosaan, pembunuhan dan eksekusi massal terhadap banyak sekali penduduk Filipina, termasuk perempuan dan anak-anak.” 399 Meskipun bukti-bukti kejahatan perkosaan telah sah diterima sebagai bukti IMTFE serta pengadilan pasca-perang lainnya di Asia-Pasifik, perkosaan massal Mapanique maupun pelembagaan perkosaan dan perbudakan seksual melalui sistem “comfort women” tidak dituntut dalam persidangan-persidangannya. (ii) Persidangan Nuremberg Walaupun Pengadilan Nuremberg tidak terlalu memberi perhatian pada perkosaan dan kekerasan seksual lainnya, namun bukti-bukti terjadinya 209

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents