PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
prostitusi dengan nasionalisme menolak siapapun yang dianggap
berkaitan dengan Jepang
Sikap Jepang yang terus bersikeras bahwa “comfort women” merupakan
pekerja seks yang suka rela dan bukan korban kekerasan atau paksaan
militer semakin menambah kesengsaraan para perempuan itu. Sikap
tersebut membangun citra yang keliru mengenai para penyintas di
seluruh daerah Asia-Pasifik. Diam dan tidak menolak atas sikap Jepang
ini sesungguhnya menunjukkan kuatnya misogini (kebencian terhadap
perempuan) serta miskonsepsi dan stereotipi tentang
kejahatan
kekerasan seksual.
Jan Ruff-O’Herne bersaksi bahwa pada kamp tahanan setelah perang
berakhir, perempuan-perempuan lain menyebut para penyintas sebagai
“pelacur Jepang” karena mengira perginya suka rela untuk mendapatkan
makanan yang lebih baik. Lu Mang-Mei mengatakan bahwa orang-orang
menganggapnya tercemar karena pernah menjadi”comfort woman” di
Pulau Hainan. Teng Kao Pao-Chu bersaksi orang-orang menganggapnya
sebagai “perempuan yang kotor”. Ia juga mengatakan bahwa sejumlah
orang menganggap rendah para mantan “comfort women”, dan terpikir
mereka pasti tidak bahagia hidup sebagai ibu rumah tangga.
Tomasa Dioso Salinog dan Mardiyem bersaksi bahwa orang-orang
menyebut mereka sebagai “sisa orang Jepang” dan mengucilkan
mereka. Emi juga disepelekan sebagai “remah-remah orang Jepang” dan
penduduk desa membakar rumahnya.
Nona. X bersaksi, tidak lama setelah ia kembali ke rumahnya, ia harus
pindah lagi karena reaksi orang sedesanya. Ia mengatakan warga
desa membenci “comfort woman” karena banyak warga Malaysia yang
dibunuh Jepang.
Sejumlah penyintas menjalani kehidupan yang tidak mapan. Menurut
Teng Kao Pao-Chu, setelah beberapa tahun tinggal bersama saudara
perempuannya begitu bebas dari perbudakan, ia
meninggalkan
saudaranya itu untuk “berkeliling”. Inilah masa ia bekerja di klub malam,
dan tinggal di rumah kontrakan. Ia tidak bisa punya anak
karena
tubuhnya tidak mampu lagi dan hubungannya dengan anak p
erempuan
angkatnya juga merenggang karena lama terpisah. Pada periode inilah
ia mencoba bunuh diri. Dari kesaksiannya, jelas terungkap bahwa hidup
154
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents