Temuan
FAKTA-FAKTA
Mardiyem, yang dipaksa melakukan aborsi pada usia 14 tahun oleh
Chikada, seorang menejer “comfort station”. Karena usia kehamilannya
sudah lima bulan, “obat” yang digunakan untuk aborsi tidak m
empan,
jadi mereka m
enekan perutnya sampai janinnya keluar. Chikada
kemudian memperkosanya.
Seperti telah dibahas diatas, Suhanah dan Song Shin-Do dipukuli karena
menolak diperkosa pada awal masa penahanan mereka. Kim Gun-Ja
bersaksi, dipukuli karena melakukan perlawanan, para tentara memukul
kuping kanannya sangat keras, sehingga gendang telinganya pecah,
dan ia menjadi separo tuli. Ha Sang-Sook bersaksi, “Jika saya menolak
seorang tentara melakukannya dua kali, kadangkala saya dipukuli”.
Hukuman untuk melarikan diri adalah berbagai bentuk penyiksaan
yang kejam. Wan Aihua bersaksi, ia dua kali melarikan diri dari gua
tempatnya dan sejumlah perempuan lain ditahan sebagai budak seks,
dan ia
dihukum disiksa. Ketika tertangkap untuk kedua kalinya, ia
ditelanjangi dan diseret keluar dari gua sampai pingsan, lalu digantung.
Setelah beberapa saat, tentara melemparnya ke dalam air yang sangat
dingin. Hingga kini ia masih merasakan dampak fisik kesakitan akibat
luka-lukanya. Yuan Zhulin menderita sakit kepala hebat, insomnia,
dan berjalan dalam tidur sebagai akibat penyiksaan yang dialaminya
setelah melarikan diri. Seorang saksi lainnya, Chun-Ok-Soon, disiksa
menggunakan batang besi pada bibir, lidah dan payudaranya karena ia
berusaha melarikan diri. Ia tidak dapat berbicara selama beberapa tahun
sebagai akibat dari cedera yang dideritanya.
Para saksi mengatakan mereka menderita cedera berkepanjangan
akibat pemukulan dan penyiksaan, seperti patah tulang yang tidak
bisa pulih lagi, kehilangan pendengaran,cacat bekas luka, sakit kepala,
mimpi buruk dan problem pencernaan.
Sebagian besar perempuan bersaksi bahwa mereka diperkosa tanpa
henti oleh banyak tentara, setiap hari, tanpa memperdulikan kondisi
seperti menstruasi, kehamilan, kesakitan, atau adanya pembengkakan
dibagian manapun ditubuh mereka. Kim Bok-Dong bersaksi bahwa di
Guangdong, 15 tentara datang setiap harinya, tapi pada akhir pekan
jumlahnya dapat melebihi 50. Perwira-perwira datang pada malam
harinya, dan banyak di antaranya yang menginap. Saksi-saksi lainnya
bersaksi bahwa jumlah laki-laki yang datang berkisar antara “dua, tiga,
123
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents