Temuan
FAKTA-FAKTA
...... Ia m
elakukan hubungan seksual melalui vagina dan anus saya.
Walaupun diperbolehkan pulang, tentara Jepang terus datang ke
rumahnya setiap malam dan membawanya ke rumah ‘Shimimura’ untuk
memberi layanan seksual kepada ‘Shimimura’ atau dua komandan
Jepang lainnya. Siksaan ini berlangsung selama tiga tahun. Esmeralda
Boe menyatakan, orang tuanya mengecam apa yang menimpa anak
gadisnya, tapi mereka tidak berani memprotes karena tentara Jepang
mengancam akan membunuh bila tidak melepaskan anak mereka.
Siang hari, ia bekerja rodi di ladang dan hutan untuk militer karena
takut dipukuli atau hukuman lain bila tidak mengerjakannya. Ia bersaksi
tentara Jepang berkali-kali memperkosanya dan perempuan lain yang
berada di ladang:
Mereka memerintahkan para laki-laki kembali ke rumah sedangkan
para perempuan tetap di tempat. [Di sana] terdapat empat rumah
yang dipenuhi perempuan. Beberapa perempuan dibawa ke semaksemak dan diperkosa di sana. Beberapa dari mereka meninggal. Mereka
menghancurkan segalanya.
Seorang penyintas Timor Leste lainnya, Marta Abu Bere, juga b
ersaksi
di hadapan Pengadilan ini bahwa pada siang hari, ia diperintahkan
memotong kayu di hutan Marobo bersama beberapa perempuan
lainnya. Dan, pada malam hari dipulangkan ke fasilitas “comfort” di mana
ia diperkosa oleh sekitar sepuluh laki-laki setiap malamnya. Ia bersaksi
bahwa ia dan semua perempuan diperlakukan seperti binatang serta
diancam orang tuanya akan dibunuh jika tidak mau ke fasilitas “comfort”.
Selain bersaksi secara langsung, Marta Abu Bere juga menceritakan
pengalamannya melalui pernyataan tertulis yang diserahkan kepada
Pengadilan:
Pada malam hari tentara Jepang...masuk ke kamar saya. Saat itu saya
masih sangat muda dan tidak mengerti apa yang terjadi, saya ditelanjangi
dengan kasar dan didorong ke ranjang. Saya dipaksa melayani sepuluh
laki-laki; saya diperlakukan seperti binatang. Mereka menghardik saya
untuk tidak berteriak, [dan] jika saya berteriak, mereka akan membunuh
saya. Pagi harinya saya tidak bisa jalan saking sakitnya. Karena dipilih
menjadi “comfort women”, kerja kami hanya melayani tentara Jepang
melulu, pagi pun malam hari. Pada siang hari saya harus melayani empat
sampai lima orang. Ketika masuk kamar, mereka memakai baju sipil dan
101
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents