Temuan
FAKTA-FAKTA
Perjalanan ke Cina”, guna merekrut perempuan untuk “comfort stations”
185
. Demikianlah, pada April 1939, Pasukan ke-21 mendirikan fasilitas
“comfort” di Guangdong, menahan sekitar 1.000 perempuan. Pos di
Guangdong banyak yang memakai “comfort women” Korea, dan sisanya
kebanyakan perempuan Cina dan Taiwan186. Perempuan Korea protes
kepada tentara, karena mereka telah d
itipu menjadi “comfort women”
padahal membalas iklan yang mencari layanan perawat187.
Pada 1940, Kepala Seksi Medis Pasukan ke-21 melaporkan di dalam rapat
Biro Medis Kementerian Perang bahwa untuk memerangi penyebaran
penyakit kelamin, militer “mengimpor satu comfort women untuk setiap
100 tentara” 188. Pasukan ke-21 m
endirikan fasilitas perbudakan seksual
di Kota Madya Guangzhou, Henan, Foshan, Pulau Hainan, Sanshui,
Jiujian, Zengcheng, Shilong, dan mengirim p
erempuan-perempuan
tersebut kesana189. Pada a
khirnya, jumlah “comfort women” yang
dikontrol Pasukan ke-21 m
encapai 1.600 orang190.
Secara simultan,pada bulan Oktober 1939 Markas Besar Pasukan
Ekspedisi Cina Pusat, pimpinan Jenderal HATA, yang sangat peduli akan
“
pencegahan terulangnya Pembantaian dan Pemerkosaan
Nanking”
191
memberi perintah melalui Staf Pasukan ke-11 M
uranaka untuk
mendirikan “comfort stations” di Hankou192. Para “comfort women” dan
para penyalurnya di Shanghai dan Nanking segera dipindahkan ke
Depot Markas Besar Hankou193, dengan “menyewa dua perumahan
swasta untuk comfort station di Jiqingli, Hankou.” 194 Fasilitas ini mulai
beroperasi pada November 1938195, memakai sistem tiket untuk
mengatur kunjungan para tentara196. Seiring dengan meluasnya
peperangan, militer Jepang merasa perlu mendirikan fasilitas tambahan
demi melayani kebutuhan seksual t entaranya.
Ketika militer Jepang memobilisasi sekitar 800 ribu orang Tentara
K
wantung [1941] ke sepanjang perbatasan timur laut antara Uni
Soviet dan Cina, Pasukan Kwantung, yang dikomandoi Jenderal
Yoshijiro U
MEZU, mengembangkan rencana untuk mengimpor 20 ribu
tambahan “comfort women” dari Korea untuk melayani tentaranya197.
Untuk merealisasikannya, staff officer Zenshirou Hara, meminta bantuan
Jenderal Pemerintah Korea yang gubernurnya adalah Jiro Minami 198.
Menurut Sadao Murakami, seorang pejabat non-commissioned yang
ditugaskan membantu O
fficer Hara menanggungjawabi “transmisi dan
69
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents