PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
penyiksaan yang amat kejam agar menyurutkan usaha lain melarikan
diri.
Kesaksian para penyintas juga menunjukkan bahwa meskipun mereka
tidak dikurung atau dilarang pergi tetapi ada berbagai faktor yang
membatasi kebebasan bergeraknya. Beberapa perempuan boleh tetap
tinggal di rumah mereka, tetapi pada malam hari harus pergi melayani
seks para serdadu atau perwira. Sebagian besar “comfort women”
diangkut dan dipindahkan ke tempat yang jauh dari tempat tinggal
mereka. Mereka yang “direkrut” atau diculik pun biasanya dijauhkan dari
komunitas dan dipisahkan dari semua yang telah familier serta tidak
diberikan sarana untuk pulang. Adapun “Comfort stations” kebanyakan
berlokasi disekitar daerah perang; sehingga para perempuan yang
umumnya berasal dari suku bangsa yang berbeda dan tidak bisa bahasa
lokal, dapat diidentifikasi dengan mudah. Sebagian juga masih sangat
muda. Kesaksian Song Shin Do dari Korea:
Saya tidak mungkin melarikan diri karena saya tidak tahu sedang berada
di mana, tidak menguasai bahasa lokal, tidak punya uang dan tidak tahu
cara naik kereta, dan daerah tersebut dikelilingi tentara. Ketika tentara
masuk ke kamar saya, mengancam dan menakut-nakuti, saya menangis
dan mencoba lari. Pak manajer menampar pipi sampai hidung saya
berdarah, mengurung saya di kamar yang sempit dan tidak memberi
makan. Adalah mustahil untuk menghindar dan lari dari alat pemuas
nafsu seksual para tentara.
Para Hakim setuju dengan Majelis Pengadilan Kunarac bahwa
perbudakan tidak tergantung pada penggunaan hambatan fisik atau
adanya tanda formal status budak. Juga tidak selalu harus ada perlakuan
kejam 474, walaupun perlakuan buruk merupakan elemen yang hampir
selalu hadir. Kuncinya adalah adanya kondisi yang secara tidak sah
merampas kemampuan seseorang melaksanakan kehendak bebasnya.
(v) Tidak adanya Consent atau Kondisi yang Memungkinkan
Consent
consent (Persetujuan) bukan pembelaan untuk kondisi perbudakan.
Tampak mau dan tidak melawan juga tidak relevan untuk kekerasan
234
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents