Hukum
YANG BERLAKU
Meski Pengadilan ini menganggap larangan perdagangan dan prostitusi
paksa merupakan sumber penetapan perbudakan seksual sebagai
kejahatan internasional, kami tidak mengabaikan pengajuan keberatan/
protes para penyintas “comfort station” bahwa tindak kejahatan yang
dilakukan terhadap mereka digolongkan sebagai prostitusi paksa.
Berdasarkan kelima sumber hukum tersebut para Hakim menyimpulkan
bahwa pada tahun 1946 sudah ada dasar pikir hukum internasional
untuk menuntut pejabat-pejabat Jepang atas kejahatan perbudakan
seksual, meskipun istilahnya baru dikenal belakangan ini.
(c) Yurisprudensi Pasca-Perang
Yurisprudensi pengadilan-pengadilan pasca-perang mengkonfirmasi
perbudakan dan kerja paksa sebagai kejahatan internasional dalam
konteks kerja paksa non-seksual yang juga kerap dijumpai dalam
konteks sistem “comfort women” militer.
Dua pengadilan pasca-perang terbesar memberikan yurisdiksi atas
“perbudakan” sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan 440. Piagam
IMTFE tidak merinci tindakan yang dilarang, tetapi Dakwaannya
menuntut kerja paksa dan perbudakan 441. Piagam IMT memasukkan
“deportasi warga sipil kedalam atau keluar wilayah pendudukan untuk
kerja paksa atau tujuan lainnya” 442 sebagai kejahatan perang. Dakwaan
IMT menuntut “perbudakan” dan “deportasi untuk kerja paksa”.443. CCL10
juga memasukkan perbudakan dan deportasi untuk kerja paksa sebagai
kejahatan terhadap kemanusiaan, dan deportasi untuk keja paksa
sebagai kejahatan perang 444.
IMTFE menyatakan bahwa Jepang telah mengoperasikan suatu sistem
perbudakan yang brutal, menggunakan tawanan perang atau tahanan
sipil dan wajib militer serta penduduk lainnya melalui “janji-janji palsu
dan pemaksaan” untuk berbagai tujuan terkait perang. Para pekerja
‘diangkut dan ditawan di kamp’ dan “diperkerjakan sampai batas
ketahanan mereka”. Kebutuhan pokok makanan, pakaian, tempat
tinggal dan persediaan medis tidak dipenuhi, dipaksa bekerja dalam
kondisi yang tidak manusiawi dan berbahaya, seperti pada instalasi
militer serta zona peperangan 445.
221
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents