Temuan
FAKTA-FAKTA
karuan, ia mencoba bunuh diri dengan minum pil. Ia berkata, “Saya
merasa bahwa hidup saya terkutuk.” Rufina Quilantang Catacutan dan
Rosalina Buco bersaksi bahwa mereka berniat bunuh diri. Niat dan usaha
bunuh diri sering terlintas pada perempuan yang ditawan di fasilitas
perbudakan seksual. Sejumlah saksi bersaksi bahwa mereka pernah
mencoba bunuh diri. Kim Bok-Dong dan dua perempuan lain mencoba
bunuh diri setelah mereka diperkosa untuk pertama kalinya.
Para penyintas juga mengalami gangguan saraf dan adiksi sebagai
akibat trauma yang mereka alami. Pak Yong-Sim bersaksi ia mengalami
gangguan saraf. Song Shin-Do dan Teng Kao Pao-Chu bersaksi mereka
menderita adiksi minuman keras. Teng Kao Pao-Chu mengatakan ia
berhenti minum minuman keras untuk mendapatkan rasa hormat dari
anak-anaknya. Sebuah penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit In-chun
Sa-rang menunjukkan bahwa sejumlah besar mantan “comfort women”
merokok dan menderita penyakit-penyakit yang berhubungan dengan
rokok sebagai akibat dari tekanan mental yang mereka alami. Sejumlah
perempuan menjadi ketagihan obat penghilang rasa sakit.
Para penyintas bersaksi bahwa masa lalu mereka tidak mengizinkan
mereka beristirahat, dan mereka ingin mendapatkan ketenangan.
Belen Alonso Sagum berkata, “Saya belum menemukan ketenangan
dan tidak akan mendapatkan ketenangan sampai Pemerintah Jepang
mengakui kesalahan yang telah dilakukannya dan mengganti kerugian
orang-orang yang menjadi korban kesalahan tersebut.” Rosario Culala
Buco bersaksi, “Saya masih mengalami depresi dan amarah.” Maria de le
Paz Balagtas Culala berkata, “Saya ingin mendapatkan ketenangan dari
masa lalu.” Mardiyem berkata, “Saya diperbudak selama tiga tahun tanpa
diberi kesempatan untuk istirahat, sepuluh jam per hari, dan sekarang
yang sangat saya inginkan adalah menjalani kehidupan dengan tenang.”
Para penyintas bersaksi bahwa mereka masih memendam amarah
kepada para pelaku ataupun Pemerintah Jepang. Lin Shen-Chung
(Iyang-Apay) bersaksi bahwa seorang mantan pelaku menemuinya dan
memohon maaf, lalu bertanya apakah ia masih membenci mereka. Lin
Shen-Chung (Iyang-Apay) berkata, “Meski mengatakan tidak m
embenci
mereka, pada saat saya berbicara saya harus memendam pedihnya
penderitaan di hati saya.” Teodora Marin Hernandez bersaksi ia masih
merasakan dengki jika melihat laki-laki Jepang. Wan Aihua bersaksi,
149
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents