PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
erempuan yang melihat orang-orang yang dicintainya d
p
ibakar hiduphidup, diantaranya Pentronila Ocampo de la Cruz, yang m
enyaksikan
pamannya, Pedro Ocampo, dan Senaida Punzalan de la Cruz, yang
menyaksikan pamannya, Abad Punzalan, didorong ke dalam sebuah
ruang kelas yang terbakar. Seorang laki-laki, Henio Gonzales, d
ipaksa
melempar anak laki-laki dewasanya ke dalam kobaran api, sehingga
ia akhirnya tidak jadi dibunuh. Ia adalah saudara sepupu dari saksi
Mamerta Tolentino Sagum.
Sesudah melakukan aksi teror, intimidasi, dan pembunuhan selama
melancarkan penyerangan, tentara Jepang kemudian memaksa para
perempuan, khususnya gadis dan perempuan muda, berbaris keluar
dari desa mereka, menuju Bahay na Pula atau Rumah Merah, yang telah
dijadikan gudang tentara Jepang. Dalam perjalanan tersebut, tentara
Jepang memaksa para perempuan membawa b
erkarung-karung b
arang
jarahan dan berjalan melalui ladang-ladang yang b
erlumpur. Sejumlah
perempuan diperkosa dalam perjalanan tersebut.
Tentara Jepang
memaksa para perempuan berjalan lebih cepat dengan
memukul
bokong mereka dan menusuknya dengan senapan dan
bayonet.
Fermina Bulaon de la Pena bersaksi tentara Jepang memperkosa dirinya
dan temannya dalam perjalanan ke Bahay na Pula. Tentara tersebut
sebelumnya memaksa mereka membawa barang berat dengan pikulan
dan membuatnya menjadi berat dengan menarik salah satu sisinya.
Ketika Fermina Bulaon de la Pena menjatuhkan pikulan itu, tentara itu
marah kemudian memperkosa gadis-gadis tersebut. Rufina Q
uilantang
Catacutan bersaksi, tiga tentara Jepang memperkosanya dalam
perjalanan ke Bahay na Pula, kemudian dua tentara lain memperkosanya
saat baru tiba di rumah tersebut. Salah satu dari mereka menusuknya
dengan bayonet ketika ia melawan, sehingga ia menjadi terlalu lemah
dan takut untuk melakukan perlawanan lebih lanjut.
Ketika para perempuan tiba di Bahay na Pula, mereka melihat bahwa
para tentara telah mendirikan sejumlah tenda di sekeliling rumah
tersebut. Kebanyakan perempuan diperkosa beramai-ramai oleh dua
atau lebih tentara secara bersamaan. Umumnya, dua atau tiga tentara
berkomplot mengatasi satu korban, satu orang memegangi p
erempuan
saat satu orang lain memperkosanya, demikian sampai semua m
endapat
giliran. Banyak perempuan diperkosa di hadapan perempuan lain yang
juga s edang diperkosa, dan mereka mendengar jeritan kesakitan dan
140
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents