Temuan
FAKTA-FAKTA
8. Isolasi dan Pemisahan dari Keluarga
Para perempuan mengalami penderitaan yang luar biasa
karena
ipisahkan dari keluarga dan orang-orang yang mereka cintai. S ebagai
d
contoh, Yuan Zhulin bersaksi bahwa ketika bayinya sakit dan hampir
meninggal karena kelaparan, ia diperbolehkan pulang u
ntuk m
enjenguk,
tetapi bayinya telah mati sebelum ia tiba. Ia tidak d
iizinkan tinggal sampai
penguburan bayinya, dan perwira yang pada saat itu “memonopolinya”
menuntut hubungan seks segera setelah ia kembali,tak menyisakan
sedikit waktupun untuk berkabung. Kebanyakan tidak m
endengar
b
erita mengenai keluarga mereka sehingga selalu mencemaskan
mereka sepanjang masa perang. Teng Kao Pao-Chu yang terpaksa harus
meninggalkan anak perempuan angkatnya dan anggota keluarganya
yang lain, senantiasa dicekam rasa rindu, kesepian dan kecemasan
sebagai akibat dari penahanannya. Semua perempuan mengalami isolasi
dan kesendirian karena dipisahkan,dan biasanya juga tanpa k omunikasi
dengan keluarga maupun teman selama bertahun-tahun. Beberapa
perempuan bersaksi mereka dilarang berbicara dengan perempuan lain
di “comfort station” atau berbicara menggunakan bahasa daerahnya.
Song Shin-Do dan Kim Bok-Dong bersaksi, dalam sebuah “comfort
station” yang dipenuhi perempuan Korea, mereka dilarang berbahasa
Korea dan dipaksa berbicara bahasa Jepang.
9. Perbudakan Seksual disertai Bentuk-bentuk Kerja Paksa
Tambahan
Perbudakan seksual kerap disertai dengan kerja paksa tambahan.
Sejumlah tentara Jepang mengumpulkan perempuan untuk b
ekerja
paksa/rodi dan memanfaatkannya pula sebagai budak seks. Di Taiwan,
militer mengawali dengan memaksa perempuan bekerja rodi dan
menawan mereka. Lin Shen-Ching, seorang saksi Taiwan, bersaksi
bahwa awalnya tentara Jepang memaksa dia dan lima perempuan
lain untuk bekerja sebagai penjahit, dan menahan mereka untuk tidak
pulang kerumah pada malam hari. Setelah tiga bulan, mereka mulai
membawa para perempuan ke gua pada malam hari, satu demi satu,
untuk kemudian diperkosa oleh para tentara. Seorang tentara berkata
kepadanya, “kamu datang untuk bekerja bukan, ini adalah bagian dari
pekerjaanmu juga.”
131
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents