Temuan FAKTA-FAKTA Beberapa perempuan bersaksi mereka dipaksa tetap m ­ emberikan ­pelayanan seksual nyaris selama masa kehamilannya, dan harus ­kembali “bekerja” segera setelah melahirkan. Apakah kehamilan d ­ iteruskan atau diterminasi, kebanyakan ditentukan oleh aturan agama atau ­hukum negara. Sejumlah ”comfort station” mengeluarkan ­ ­ perempuan yang hamil. Lu Mang-Mei bersaksi ia diperbolehkan pulang ke ­rumahnya dengan keterangan sakit, pada waktu hamil delapan bulan dan ­ t­erinfeksi ­malaria. Ia mengira diperbolehkan pergi karena sudah tidak berguna. Song Shin-Do bersaksi bahwa setelah selama ­ kehamilan ­tujuh bulan tetap dipaksa melayani tentara, kehamilannya berakhir dengan m ­ elahirkan bayi yang sudah mati. Pada kehamilan keduanya ia ­dikeluarkan dari “comfort station” dan menjadi petugas ­kebersihan dan pencuci baju pada sebuah “comfort station” Angkatan Laut ­lainnya. ­Setelah melahirkan, ia dipaksa menitipkan bayinya kepada orang tak dikenal dan bekerja kembali sebagai “comfort woman”. Untuk k­ ehamilankehamilan berikutnya, ia memakai obat tradisional untuk melakukan aborsi. Ia bersaksi, “Saya masih merasa sakit dan menderita karena tidak mampu melahirkan ataupun mengasuh anak-anak saya.” b) Penyakit-penyakit dan Kondisi Menurunnya Kesehatan Seperti kondisi perbudakan pada umumnya, kesehatan para ­perempuan belia dan dewasa menurun drastis saat berada di “comfort stations”. Sejumlah perempuan binasa karena dibunuh penyakit, mal nutrisi, ­ ­kelelahan, perlakuan brutal, atau bunuh diri. Berbagai penyakit merajalela dalam fasilitas perbudakan seksual, ­khususnya gonorrhoea dan sifilis. Mayoritas berkesaksian bahwa k­ ondom yang tersedia jumlahnya tidak memadai dan harus dicuci dan dipakai lagi berulang kali. Seorang saksi menyatakan ia bersitegang dengan laki-laki yang tidak mau memakai kondom, tetapi perempuan lainnya berkesaksian tentara sering bersikeras melakukan hubungan seks tanpa kondom karena mereka meyakini “comfort women” bebas dari penyakit kelamin. Sebagai akibatnya banyak terjadi kehamilan dan banyak sekali perempuan terjangkiti penyakit kelamin. Sejumlah saksi bertestimoni mereka tertular penyakit menular ­seksual, termasuk Lin Shen-Chung (Iyan-Apay), yang menyatakan bahwa ia harus menyembunyikan hal ini karena komunitasnya sangat ­mengagungkan kesucian perempuan dan akan membunuh mereka yang m ­ elanggarnya. 125

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents