PENGADILAN RNASIONAL PERANG INTE UAN N TA KEJAHA REMP TERHADAP PE SEMBER 2001 DE 4 N SA TU KEPU pingsan. Mun Pil-Gi juga bersaksi, ia jatuh pingsan saat seorang tentara pertama kali memperkosanya. Testimoni mengungkapkan bahwa sejumlah perwira menahan perempuan di tempat tinggalnya sebagai budak seks pribadi. Dua ­ orang saksi telah bersaksi mereka dipaksa melayani perwira secara ­individual untuk kurun waktu tertentu. Yuan Zhulin, yang ditahan di Cina, ­bersaksi bahwa selama enam bulan, seorang perwira bernama Fujimura ­“memonopolinya”. Ia mengatakan, “ bukan karena ­menghargai saya, tetapi hanya menginginkan saya sebagai pasangan seksualnya, tepatnya sebagai boneka untuk kesenangan seksualnya”. Ia harus menemani Fujimura sepanjang malam. Tomasa Salinog, yang ditawan di Filipina, bersaksi bahwa setelah pelariannya dari “comfort station”, s­eorang perwira bernama Okumura menculiknya lagi, memaksa tinggal bersama dan mewajibkannya melakukan tugas rumah tangga termasuk pelayanan seksual. Perwira biasanya memiliki akses lebih, termasuk menginap ditemani perempuan di “comfort station”. Dua kesaksian menyatakan bahwa mereka dibawa ke kompleks perwira. Nona X dari Malaysia bersaksi bahwa awalnya ia dibawa ke sebuah pondok, yang dikatakan sebagai tempat tinggal “tentara berpangkat tinggi”, dikurung disana selama satu bulan. Disitu, ia diperkosa lima sampai enam tentara setiap siang, dan oleh satu orang setiap malamnya. Suhanah dari Indonesia bersaksi, ia diboyong ke rumah para perwira beberapa kali seminggu. Para perempuan selalu dicekam teror dan ketakutan, melalui rentetan pemukulan, ancaman maupun penyiksaan. Mereka ­ berkali-kali memberi kesaksian bahwa tentara serta menejer memukuli dan ­ ­menyiksa p ­ erempuan yang tidak mau diperkosa, melarikan diri atau ­berusaha melarikan diri, kecapekan, kesakitan, atau bila tentara tidak puas ­dengan­­alasan apa pun. Mun Pil-Gi bersaksi, “kalau saya tidak ­memuaskan, ­mereka menendang dan memukuli saya”. Ia juga bersaksi, “Saya ­dibakar d­engan batang besi di bagian bawah lengan saya”. Ha ­Sang-Sook ­bersaksi, “Jika tentara tidak puas dengan seorang p ­ erempuan, ia ­langsung mengadu kepada pengelola, yang kemudian memukuli dan ­menendang ­perempuan tersebut”. Kim Bok-Dong bersaksi bahwa ­seorang tentara memukulinya karena ia mengalami menstruasi. Nona X bersaksi bahwa ia dipukuli ketika tidak mampu melakukan aksi seksual karena sedang kesakitan. Pengalaman paling mengerikan ­dituturkan 122

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents