Temuan
FAKTA-FAKTA
Teng Kao Pao-Chu dibawa dari Taiwan ke Jing-Shan-Si, Cina, kemudian
ke Hong Kong, Singapura, dan Birma. Song Shin-Do dibawa ke berbagai
daerah di Cina selama masa perbudakannya.
Testimoni para perempuan menegaskan keterlibatan pihak militer
dalam pengangkutan mereka, menggunakan kapal perang, truk,
dan
pengawal militer. Perjalanannya sangat melelahkan, dan tentu
menakutkan bagi perempuan yang sebelumnya tidak pernah pergi
dari kediamannya. Kim Bok-Dong bersaksi bahwa dalam perjalanan
panjangnya ke G
uangdong, pertama-pertama naik perahu dari Pusan
ke Shimonoseki, lanjut dengan kapal barang ke Taiwan, dan tinggal di
sana selama sebulan, di bawah pengawasan seorang yang mengaku
dirinya anggota polisi Jepang. Lalu sebelum naik kapal ke Guangdong,
ia diharuskan memakai “Seragam Pertahanan Nasional”. Lu Mang-Mei
bersaksi, ia diangkut ke Pulau Hainan naik kapal perang yang juga
membawa personil militer, penumpang lainnya, dan barang.
Kim Bok-Dong bersaksi bahwa beberapa fasilitas bersifat “mobile”,
berpindah-pindah, mengangkut para perempuan secara berkelompok
dari negara satu ke negara lainnya. Tentu saja dengan penjagaan ketat
dan pengawasan oleh tentara Jepang.
Pengangkutan dengan kendaraan militer memaparkan para p
erempuan
itu kepada bahaya perang. Banyak perempuan yang terbunuh atau
terluka saat diangkut naik kendaraan militer. Teng Kao-Pao Chu
bersaksi, pada perjalanannya ke beberapa “comfort stations”, kapal
yang
ditumpanginya ditembaki meriem oleh sebuah kapal
selam,
mengakibatkan ia kehilangan pendengaran di telinga kanannya.
Ahn Buk-Soon menyampaikan testimoni tentang satu kecelakaan :
ketika Jepang meninggalkan sebuah “comfort station” di Singapura,
sejumlah perempuan yang baru saja melahirkan anak-anak “Jepang”
dikirim pulang oleh tentara menggunakan sebuah perahu. Perahu itu
tenggelam dan seluruh penumpangnya tewas.
(d) Pengalaman Ketika Tiba di “Comfort Stations”
Kebanyakan perempuan baru menyadari bahwa mereka akan d
itawan
--dan diperkosa berkali-kali-- pada saat kedatangannya di “
comfort
stations”. Terlebih bagi mereka yang ditipu akan
mendapatkan
pekerjaan, kedatangan di “comfort stations” sangatlah traumatik. Bagi
115
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents