Temuan
FAKTA-FAKTA
Dari Guangdong, tentara Jepang memindahkan Kim Bok-Dong ke Hong
Kong, di mana ia kembali dipaksa bekerja sebagai “comfort woman”
dalam kondisi yang serupa. Selanjutnya ia bersaksi bahwa setelah tiga
bulan, mereka membawanya dengan kawalan ke Singapura, k epada
sebuah divisi tentara Jepang, dan bersama beberapa korban lainnya
kembali dipaksa memberikan pelayanan seksual. Ia tetap menjadi
“comfort woman” sampai saat Jepang menyerah pada 1945232.
Di hadapan Pengadilan ini, Kim Gun-Ja menceritakan bahwa pada bulan
Maret 1942, saat ia berusia 15 tahun, “ayah angkatnya” m
enyerahkannya
kepada seorang laki-laki Korea yang memakai seragam, meski ia bukan
seorang tentara. Laki-laki Korea tersebut membawanya bersama tujuh
gadis lainnya, memakai mobil barang, kemudian dengan truk militer
ke Hunchun, Manchuria233. Kin Gun-ja m
enceritakan ”laki-laki yang
membawa saya ke ‘comfort station’ mengelola fasilitas tersebut bersama
istrinya.” Sesampainya ditujuan, saya ditempatkan di kamar lantai satu
dan selang beberapa hari kemudian ia dipaksa memberikan pelayanan
seksual untuk tentara Jepang.
Laki-laki itu,
istrinya, dan seorang
karyawan laki-laki siap memukuli kami dan mengawasi dengan ketat234.
Ia bersaksi mengenai p
enderitaannya di “comfort station”:
Para tentara mulai datang dua atau tiga hari setelah saya tiba. M
ula-mula
saya melawan, tapi mereka memukul saya dengan keras pada telinga
kanan, sehingga gendang telinga saya pecah. Mereka membiarkan saja
pendarahan itu, dan sampai sekarang pendengaran saya tidak begitu
baik. Pada hari sabtu serdadu datang pukul dua atau tiga siang dan pada
hari minggu biasanya jumlah mereka membludak dari pukul sembilan
pagi hingga tujuh malam. Tidak banyak yang datang sendirian, biasanya
berombongan naik truk atau berjalan kaki, dipimpin perwira. Setelah
melewati kantor, mereka berbaris menunggu dalam antrean di depan
kamar-kamar. Aula gedung sesak dipenuhi tentara yang jumlahnya
lebih dari 100. Saya tidak dapat berjalan dan tidak boleh istirahat pada
waktu menstruasi. Antara Senin sampai Jumat hanya perwira yang
datang, tidur, lalu berangkat lagi. Pada Sabtu dan Minggu, perwira baru
datang pada malam hari. Jika sedang ramai, saya harus melayani sampai
dengan 40 orang sampai tidak sempat membersihkan diri, sehingga
semakin menambah rasa sakitnya. Para tentara membawa kondom
yang sering robek, dan tidak mau menggunakannya. Setiap hari Jumat
malam kami diperiksa untuk penyakit menular seksual. Kami semua naik
83
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents