Hukum
YANG BERLAKU
Bahwasanya pembayaran tidak meniadakan perbudakan digarisbawahi
dalam konteks perbudakan seksual, karena perkosaan itu sendiri
melanggar hak asasi manusia yang fundamental bagi integritas tubuh
pribadi, dan perkosaan merupakan cara utama untuk menghamparkan
kuasa kepemilikan atas seseorang dalam perbudakan seksual.
Ada tidaknya pembayaran tidak relevan. Pembayaran hanyalah
“istilah hukum dan ekonomi yang terdengar bagus” yang dipakai
untuk menyamarkan realitas perbudakan, pemberian kompensasi
menyebabkan bertambahnya kemalangan karena tindak kejahatan
yang dilakukan menjadi tertutupi.
Jadi sejumlah “comfort women” yang menerima bayaran dari militer
Jepang tidak menghalangi temuan bahwa mereka telah diperbudak.
Pembayaran itu hanya tipuan karena sebagian besar atau bahkan
semuanya dirampas kembali untuk mengganti berbagai biaya. Kendati
ada perempuan yang dapat menyimpan sebagian upahnya, kami
berkesimpulan bahwa pokok perbudakan seksual adalah tidak adanya
kehendak bebas untuk menolak memberikan pelayanan seksual.
Pembayaran maupun upah layak tidak bisa dan tidak akan meniadakan
kejahatan perkosaan atau perbudakan.
(vii) Perlakuan Diskriminatif
Perbudakan adalah khas produk penganiayaan dan diskriminasi
terhadap suatu kelompok target. Sistem perbudakan manusia di Western
Hemisphere menjadikan orang Afrika budak yang bernilai rendah
serupa barang, diikat secara turun temurun, dirampas haknya untuk
melestarikan hubungan keluarga dan komunitas, tidak diakui sebagai
subjek hukum, dan pada intinya diperlakukan secara tidak manusiawi
dan dalam kondisi buruk 479. Sistem ini membatasi nyaris semua aspek
kebebasan. Juga mencakup kerja paksa bagi perempuan maupun
laki-lak, dan untuk sebagian besar perempuan melibatkan paksaan
pelayanan seksual serta reproduktif. Perempuan diperjualbelikan
melalui iklan yang mempromosikan ciri seksual dan reproduktif
mereka480. Sebagaimana sistem “comfort women” budak perempuan
Afrika juga digunakan sebagai obyek pelepasan seksual dan kenikmatan
para “pemilik”maupun “pengawas”.
237
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents