PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
Maxima Regala de la Cruz bersaksi bahwa ia melihat banyak truk yang
berbaris di jalan raya dengan lampu depan menyala, sebelum ledakanledakan dimulai.
Pada 11 Oktober 1944, Jenderal YAMASHITA, Komandan Tentara Wilayah
ke-14 di Filipina, mengedarkan “Pedoman Prinsip untuk Operasi di
Filipina” yang memuat peringatan bagi tentaranya mengenai bahaya
kegiatan subversif melawan Jepang. Di dalam dokumen tersebut
juga terbaca perintah untuk “menaklukkan dan meredam” kelompok
bersenjata F ilipina. Aktivitas kelompok ini harus dihancurkan.” 295. Pada 22
November 1944, Komandan Divisi Tank ke-2, Iwanaka, seorang bawahan
YAMASHITA, mengeluarkan perintah untuk m
embersihkan Mapanique
dari semua “gerilya komunis anti-Jepang melalui misi penghukuman
dan penghancuran.” 296. Pada hari berikutnya, tentara Pasukan Wilayah
ke-14 menyerang Mapanique, dan melakukan pembunuhan, perkosaan,
penyiksaan, dan penjarahan di seluruh barrio. Sekitar 100 gadis dan
perempuan dewasa diperkosa pada hari tersebut, dan bukti-bukti
menunjukkan bahwa pembunuhan laki-laki dan pemerkosaan keji
perempuan Mapanique telah terencana sebagaimana dapat dikenali
melalui pola serangan yang ajeg.
Sebagian besar saksi mengatakan bahwa mereka mendengar ledakanledakan pada awal serangan. Sejumlah saksi yang mendengar ledakan
tersebut mengidentifikasinya sebagai bom, tembakan meriam, dan
tembakan senapan mesin. Orang-orang bersembunyi di ladang atau
di bawah rumah mereka. Beberapa bertahan di dalam rumah m
ereka.
Tentara Jepang memasuki rumah-rumah, menjarahnya dan sengaja
menghancurkan barang-barang didalamnya.
Para tentara Jepang menggiring laki-laki, perempuan, dan anak-anak ke
lapangan sekolah. Dalam beberapa kasus, tentara menyeret perempuan
ke luar rumah dan memperkosa mereka, setelah membunuh atau
menyiksa para laki-laki. Leoncia de Guzman Guevarra,
Mamerta
Tolentino Sagum, dan Cecilia Punzalan Sanguyo bersaksi bahwa tentara
Jepang memperkosa mereka di dalam atau di dekat rumah mereka
sendiri.
Mamerta Tolentino Sagum bersaksi bahwa ia diperkosa di
hadapan bayinya. Leonora Hernandez Sumawang bersaksi, walaupun
saat itu ia baru berusia 13 tahun, tiga tentara Jepang memperkosanya
di rumah tetangganya. Seorang tentara menggunakan ujung bayonet
untuk menyobek pakaian dalamnya, sehingga melukai pahanya. Begitu
138
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents