PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
sejenisnya.
Militer Jepang memanfaatkan warga sipil, sekolah, dan
agen penyalur tenaga kerja milik Jepang atau lokal untuk m
engelabui
perempuan yang hendak keluar dari kemiskinan mencapai hidup yang
lebih baik. Keputusan IMTFE menyatakan bahwa tentara dibawah
komando HATA mengumbar janji palsu akan mempekerjakan di pabrikpabrik, padahal merekrut mereka untuk menjadi prostitusi paksa, di
“comfort stations”, selama pendudukan Jepang atas Kweilin di Cina291.
Laporan OWI menunjukkan bahwa “comfort service” pada awalnya
diasumsikan sebagai kegiatan menghibur tentara yang terluka
sehingga para perempuan Korea mendaftarkan diri atas asumsi yang
menyesatkan itu.
Agen-agen Jepang juga menipu perempuan dengan cara m
enawarkan
pendidikan atau pelatihan untuk profesi khusus. Perempuan lainnya
tertarik dengan janji akan diberikan kesempatan pentas di teater.
Sebagai contoh, seorang saksi berkesaksian, seorang perekrut Jepang
“merayunya” untuk bergabung dengan sebuah teater anak-anak, agar
di mana ia “dapat menghasilkan uang, makan sepuasnya dan memakai
pakaian bagus”.
Shin-Do Song bersaksi bahwa tatkala remaja pernah membayangkan
lebih baik lari dari rumah aripada harus menikah. Datang padanya
seorang perempuan tua mengajaknya bekerja di medan perang
dengan janji “ini tidak seperti menikah dan kamu bisa hidup sendiri”. ia
menyetujuinya, tanpa menyadari situasi yang harus dihadapinya.
Mang-Mei Lu bersaksi, ia dan dua orang temannya menyepakati bekerja
sebagai pelayan restoran untuk membantu memperbaiki kualitas hidup
keluarga mereka, yang sangat miskin. Saksi Yuan Zhulin dari Cina bersaksi
ia ditipu, ditawari kerja cuci piring dan kebersihan di s ebuah hotel, dan
tawaran itu disambutnya baik untuk menghidupi lima a nggota keluarga,
termasuk bayinya.
Adalah suatu ironi yang tragis bahwa perbudakan dipraktekkan justru
ketika para perempuan berniat mulia memutuskan untuk memperbaiki
hidup seluruh keluarganya.
Lagipula, selalu ada unsur pemaksaan ketika tentara atau pejabat
pemerintah lainnya melakukan proses perekrutan yang penuh tipu itu,
112
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents