PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
menyekapnya disebuah kamar, lalu memukuli dan memerkosanya. Ia
bahkan belum mendapat menstruasi pertamanya. Ia menceritakan
pengalamannya sebagai berikut:
Serdadu itu mencengkeramkan tangannya di paha dan bagian tubuh
saya yang lain. Kemudian ia meraih tubuh saya...dan kami jatuh. Ia jatuh
di atas tubuh saya. Saya ingin bangun. Saya berusaha m
elawannya
dan ingin berdiri, tapi tidak bisa. Saya ditindih ke tanah. Saya tetap
melawan dan ia menjadi marah. Kemudian ia memukul kepala saya
dengan b
enda keras.... kemudian meninggalkan ruangan. Saat kembali,
mereka membawa air dan membersihkan tubuh saya, kemudian pada
malam hari mereka datang lagi dan memperkosa. Mereka bergantian
memperkosa saya.
Dalam pernyataan tertulisnya, ia menegaskan:
Ketika saya terbangun keesokan harinya, para serdadu sudah tidak ada
lagi di ruangan itu. Selama tiga hari mereka tidak menyentuh saya, tapi
setelah itu tentara Jepang mulai memperkosa saya lagi. Saya berkalikali jatuh pingsan sehingga tidak ingat berapa jumlah serdadu yang
memperkosa saya. Saya hanya ingat bahwa dua sampai lima s erdadu
datang setiap harinya untuk memperkosa saya. Seringkali saya diperkosa
terus-menerus dari siang sampai larut malam... Di rumah b
esar itu
saya hanya diberi makan dua kali sehari....Bahkan kadangkala hanya
diberi sarapan. Pagi sampai siang hari saya hanya tidur dan tidak bisa
melakukan apa-apa, karena dikurung didalam kamar. Saya membenci
malam hari karena itulah waktunya para tentara masuk ke kamar untuk
memperkosa saya. Saya ingin mati saja. Bau badan para tentara itu
sangat menusuk. Terutama, serdadu yang datang dari gunung badannya
bau sekali, dan mereka langsung masuk kamar tanpa mandi terlebih
dahulu..... Sejumlah mereka masuk dan memperkosa [saya] berkalikali. Serdadu yang lain menunggu gilirannya di tempat tidur kosong
saat saya sedang diperkosa. Serdadu-serdadu yang datang dari patroli
pegunungan telah minum tuba [minuman keras lokal yang terbuat dari
kelapa] sebelumnya, dan mereka bertindak brutal.... Setelah sekitar satu
bulan, saya diperbolehkan keluar dari kamar dan berjalan-jalan di dalam
rumah, tetapi tidak boleh keluar bangunan....Disitu saya juga mengikuti
pemeriksaan medis beberapa kali, tapi tidak untuk penyakit kelamin.
Tidak ada yang memakai kondom di sana.
90
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents