34
deklarasi ini dibacakan sebagai rangkaian
penutup dari Konferensi Nasional Kab/
Kota HAM.
Deklarasi Jember memuat komitmen para
Kepala Daerah dan masyarakat sipil bahwa
penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM adalah tanggung jawab Negara
serta mengakui peran penting pemerintah
daerah dalam pembangunan untuk kemajuan masyarakat. Selain itu mereka juga
menyadari bahwa Indonesia yang memiliki keberagaman sosial dan budaya masih
mendapat ancaman dari terorisme serta
ekstrimisme. Perwujudan keadilan sosial
dapat dicapai dengan adanya proses pembangunan yang berbasiskan hak asasi manusia yang melibatkan partipasi aktif dari
warga.
Deklarasi Jember juga memuat langkahlangkah untuk mencegah ekstrimisme dan
mewujudkan pembangunan berbasis HAM
dan berkeadilan sosial diantaranya dengan
mengarusutamakan HAM dengan berbagai
pendekatan, termasuk budaya. Kemudian
memastikan adanya perlindungan, penghormatan, pemenuhan dan pemajuan hak-hak
perempuan, anak, penyandang disabilitas,
buruh migran, masyarakat adat dan kelom-
Gambar 2.11
pok-kelompok rentan lainnya, termasuk
pemulihan para korban pelanggaran HAM.
Mengatasi ancaman ekstrimisme melalui
peningkatan pelayanan umum, penghormatan, perlindungan, pemenuhan HAM,
serta memupuk nilai-nilai budaya yang
menjadi modal dasar terciptanya masyarakat yang toleran dan anti kekerasan, serta terus memperkuat gerakan Kabupaten/
Kota HAM dengan membangun Jaringan
Kabupaten/Kota HAM, baik secara nasional maupun internasional.
Selain itu, juga dihasilkan Deklarasi Anak
Jember, yang merupakan akumulasi harapan, saran, dan tuntutan, dari 500 suara perwakilan anak Jember yang mengikuti
Festival HAM. Anak-anak Jember menuntut
untuk dilibatkan dalam proses pembangunan, memperbanyak lapangan pekerjaan
bagi orang tua mereka, penanganan stunting di Jember, penanganan anak putus
sekolah, dan batasan usia menikah minimal
19 tahun. Mereka juga berharap agar pemerintah daerah melindungi anak-anak dari
tindak kekerasan dan bullying, merehabilitasi anak korban pelecehan dan eksploitasi,
serta pembangunan pusat trauma healing
yang mudah diakses dan fasilitas penampungan untuk anak-anak terlantar.
Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin menghadiri peringatan Hari HAM di kantor Komnas
HAM RI pada 9 Desember 2019
www.ko mn a sh a m.g o .id