pekerjaan serta upah yang adil sesuai dengan prestasinya, mendirikan serikat pekerja, memperjuangkan kepentingannya serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku serta terakhir adalah berhak untuk bertempat tinggal serta berkehidupan yang layak. Grafik 3.29 Sengketa Ditutup Terdapat tiga isu sengketa yang paling banyak diadukan yaitu isu sengketa lahan, ketenagkerjaan, penggusuran dan isu lain-lain di luar kategori yang telah dibuat. Sengketa dengan isu lahan menjadi sengketa yang paling banyak ditangani oleh Sub Komisi Mediasi. Beberapa latar belakang penting timbulnya sengketa dalam isu lahan antara lain yaitu didorong oleh tumpang tindih klaim atas kepemilikan dan pengelolaan lahan serta sengketa pembayaran atas kompensasi pengunaan lahan oleh korporasi dan negara sebagai konsekuensi logis atas perluasan usaha korporasi dan pembangunan infrastruktur yang merupakan proyek pemerintah dalam bidang infrastruktur. Sementara itu di bidang ketenagakerjaan, timbulnya sengketa mayoritas dilatarbelakangi oleh pemutusan hubungan kerja sepihak, ketidak sesuaian dalam pemberian upah, serta tunjangan lainnya serta pelarangan berorganisasi dan mogok kerja. Selanjutnya terkait isu penggusuran dilatarbelakangi oleh adanya pembiaran atau ketidaktegasan dari Pemerintah atau Korporasi selaku pemilik lahan atau bangunan dalam waktu lama, sehingga masyarakat yang menempati lahan atau bangunan secara illegal merasa sudah memiliki dan melakukan banyak perubahan terhadap aset yang mereka kuasai. Selain itu penggusuran dilatarbelakangi adanya kebutuhan lahan atau akses untuk kepentingan fasilitas umum, misalnya pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan dan lain-lain. Grafik 3.31 Pihak yang Diadukan Dengan melihat pada angka statistik selama tahun 2017, tiga pihak yang paling banyak diadukan adalah perusahaan, pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ketiga pihak ini mempunyai keterhubungan yang erat terutama dalam urusan klaim atas kepemilikan dan pengolahan lahan. No Th Kesepakatan Berita Acara Berita Acara Penundaan Surat Reko mendasi Surat Sengketa 1 2013 7 - - 65 493 2 2014 6 6 - 104 669 3 2015 9 3 - 116 616 4 2016 7 14 - 46 577 5 2017 7 8 1 95 521 Tabel 3.9 Output Sub Komisi Mediasi No 1 Nama Sengketa Nilai Akta Kesepakatan 75 Ha Perdamaian Antara warga Desa Marga tani, Desa Tirta Mulya, Dusun Tepung sari dengan PT. Selatan Agro makmur Lestari Imaterial Jumlah Korban • Pulihnya hubungan baik antara warga Desa Marga Tani, Desa Tirta Mulya, Dusun Tepung Sari dengan PT. Selatan Agro Makmur Lestari Warga 2 Desa dan 1 Dusun atau ± 516 Jiwa dengan rincian: 189 jiwa dari Dusun • Adanya izin Tepung pemanfaat lahan Sari, 179 seluas 75 Ha bagi jiwa dari warga hingga Desa Tirta berakhirnya HGU Mulya dan PT. Selatan Agro 148 jiwa Makmur Lestari dari Desa pada tahun 2044. Margatani • Adanya program CSR dan kesempatan bekerja bagi warga dari pihak PT. Selatan Agro Makmur Lestari Grafik 3.33 Sebaran Wilayah Sengketa 2. Klasifikasi Wilayah Sengketa Grafik 3.32 Klasifikasi Hak yang dilanggar I Selama periode 2013- 2017, Sub Komisi Mediasi telah mencapai beberapa output antara lain kesepekatan mediasi, Berita Acara Mediasi, Berita Acara Penundaan Mediasi, surat rekomendasi dan surat terkait sengketa: Kesepakatan yang dihasilkan oleh Subkomisi Mediasi pada tahun 2017 lebih banyak terkait sengketa lahan yang merupakan isu tertinggi. Kesepakatan-kesepakatan tersebut antara lain sebagai berikut: Lebih banyaknya hak atas kesejahteraan yang dilanggar sebangun dengan jenis isu sengketa yang ditangani Sub Komisi Mediasi selama 2017 yang menunjukan bahwa sengketa dengan isu lahan, ketenagakerjaan dan penggusuran menjadi tiga isu yang lebih banyak ditangani dibanding isu lainnya. Hak-hak tersebut berhubungan langsung dengan hak untuk mempunyai milik sesuatu secara sendiri atau bersama-sama untuk pengembangan dirinya, keluarga, bangsa dan masyarakat dengan cara yang tidak melanggar hukum serta hak untuk tidak dirampas hak miliknya dengan sewenang-wenang, hak atas Grafik 3.30 Isu Sengketa 72 Melihat pada sepuluh jenis hak tersebut masing-masing memiliki dimensi serta keterhubungan sebab akibat antara satu sama lainnya. Mengacu pada statistik jenis hak yang dilanggar selama 2017 diketahui bahwa jenis hak yang paling banyak dilanggar adalah hak atas kesejahteraan, lalu hak atas rasa aman dan hak untuk mengembangkan diri serta hak untuk hidup. 3. Dokumen Hasil Mediasi Laporan Tahunan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) Republik Indonesia 2017 Selanjutnya, melihat pada sebaran jumlah sengketa yang ditangani selama tahun 2017 diketahui bahwa jumlah sengketa yang ditangani masih banyak berlokasi di Pulau Jawa dengan jumlah sengketa terbanyak yang ditangani berada di Jakarta yaitu 49 sengketa, lalu kemudian di susul Jawa Barat sebanyak 18 sengketa dan Jawa Timur sebanyak 9 sengketa. Sementara itu provinsi di luar Jawa dengan jumlah sengketa lebih banyak dibanding daerah lainnya adalah hampir keseluruhan provinsi di Pulau Sumatera, Kalimantan selanjutnya Nusa Tenggara Barat, Sulawesi dan Papua. Laporan Tahunan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) Republik Indonesia 2017 I 73

Select target paragraph3