Standar Norma Pengaturan Nomor 9 tentang Pemulihan Hak-Hak Korban Pelanggaran HAM yang Berat | 58 Organisasi ini dibentuk setelah rampungnya proyek penelitian yang dilakukan oleh Universitas Yale, Amerika Serikat. Organisasi ini menyiapkan data untuk mengadili pelaku yang masih hidup (melalui pengadilan di Extraordinary Chamber in the Courts of Cambodia/ECCC yang dibentuk 2006), dan mendidik masyarakat tentang pencegahan genosida. Bentuk kegiatan termasuk membuat film, pendidikan publik, publikasi, dan juga membantu mempertemukan keluarga yang terpisah karena konflik. Organisasi ini mengumpulkan arsip yang sangat banyak, termasuk kesaksian, foto-foto dan data-data lokasi kekerasan. Mereka juga memetakan sebanyak 189 penjara, 19.403 kuburan massal, dan memfasilitasi didirikannya 80 memorial tentang genosida di seluruh Kamboja.186 Memorialisasi 275. Memorialisasi adalah proses jangka panjang di mana Negara harus berperan aktif dan menentukan. Pihak berwenang yang mengadopsi dan menerapkan kebijakan memori harus memastikan bahwa kebijakan tersebut benar-benar mewakili pandangan para korban dan dibuat bekerja sama dengan masyarakat sipil, terutama organisasi HAM.187 Berbagai inisiatif memorialisasi telah dilakukan di mana Pemerintah dan masyarakat sipil sama-sama terlibat, beberapa yang bisa disebutkan adalah Memorialisasi Peristiwa Rumoh Geudong di Kabupaten Pidie, Aceh. Rumah Geudong merupakan situs penyiksaan di Pidie pada masa darurat militer di Aceh, Indonesia. Di tempat tersebut organisasi masyarakat sipil, korban, dan penyintas menginisiasi dibangunnya memorialisasi sebagai situs untuk mengingat luka, keberanian, dan perjuangan para penyintas. Selain itu juga ada Memorialisasi Kerusuhan Mei 1998 di Tempat Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur, DKI Jakarta. Yang paling baru, pemakaman jenazah empat orang pelajar yang tewas tertembak di Lapangan Karel Gobai, Enarotali, di halaman Koramil Enarotali, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai. 276. Setelah Konflik Ambon, pada 2009, para ibu di pemukiman Waringin bersepakat untuk menjadikan pemukiman ini sebagai situs memorialisasi, sebuah tempat untuk mengingatkan agar kejadian kerusuhan serupa tidak terulang di masa mendatang. Memorialisasi itu dilakukan dengan memberi nama gang di pemukiman itu dengan nama-nama yang memberikan pesan damai, seperti Gang Damai, Gang Anti-Kekerasan, Gang Kebersamaan, dan Gang Kebangkitan.188 277. Model museum juga bisa menjadi pilihan bentuk memorialisasi. Di negara lain, misalnya di Bangladesh, setelah 200 tahun pemerintahan Inggris, wilayah India dipisahkan tahun 1947 dengan India yang didominasi Hindu dan Pakistan yang didominasi Muslim. Pemisahan Pakistan Barat dan Pakistan Timur adalah salah satu akar konflik. Diktator militer Pakistan menekan upaya demokrasi tahun 1958, penduduk yang didominasi Bengali di Pakistan Timur semakin menentang dominasi oleh Pakistan Barat. Untuk menekan perlawanan rakyat di Pakistan Timur, yang mendeklarasikan dirinya sebagai Bangladesh yang merdeka pada April 1971, para jenderal militer Pakistan Barat meluncurkan kampanye pembunuhan yang menargetkan pria Bengali dan Hindu, anak laki-laki, mahasiswa, dan intelektual. Pembunuhan terjadi malam demi malam lewat operasi militer. Seluruh ingatan tentang konflik dan kekerasan tersebut disimpan di Liberation War Museum atau Museum Perang Pembebasan yang diinisiasi oleh masyarakat sipil dan didirikan pada 1996 untuk memperingati para martir dan ingatan tentang perang tahun 1971. Museum ini didedikasikan untuk semua yang mencintai kebebasan dan untuk para korban kekejaman dan perusakan yang dilakukan atas Pusat Dokumentasi Kamboja (DC-Cam) adalah sebuah organisasi non-pemerintah Kamboja untuk tujuan memori dan keadilan, yang memiliki misi untuk meneliti dan merekam era peperangan dan kekerasan yang terjadi di Kamboja sejak 17 April 1975 – 7 Januari 1979. 186 187 A/HRC/45/45. op.cit, para 104. 188 Ibid.

اختر الفقرة المستهدفة3