24
Konfl ik Agrar i a Ma sya r akat H ukum A dat Ata s W i layahnya di K awa s a n Hu ta n
B. Tombak Haminjon bagi Warga Adat
“Ketika bekerja di hutan kami yang berjarak tiga puluh hingga
lima puluh meter saling berbalas pantun. Jika seseorang
memulai“...parung simardagul-dagul, sahali mamarung, gok
bakkul, gok bahul-bahul,”10 maka yang lain akan menjawab“ima
tutu.”11Ini adalah syair pantun pengharapan, sebelum batang
kemenyan mulai digores.”(J Sinambela, Petani Kemenyan)
Tombak adalah sumber utama penghidupan yang disebut martombak.12
Setiap keluarga khususnya laki-laki dewasa pada umumnya bekerja
sebagai petani kemenyan. Setiap hari Senin, petani berangkat ke tombak
dan tinggal di sana berhari-hari untuk manige.13 Biasanya, mereka akan
pulang ke desa pada hari Kamis, namun ada yang pulang pada hari
Jumat atau Sabtu. Suasana desa terasa sunyi tanpa kehadiran kaum
laki-laki pada hari-hari saat mereka martombak. Dalam satu hari, satu
orang hanya dapat mengelola pohon kemenyan atau istilah lokal
mangguris14 rata-rata 10 batang. Selanjutnya pohon kemenyan dipukulpukul atau disebut manuktuk15 sekeliling kulit yang telah dilukai.
Haminjon, Styrax Benzoin, atau kemenyan tumbuh di daerah
pegunungan dengan ketinggian 900—1200 meter di atas permukaan
laut, bersuhu antara 28—30 derajat celsius. Berbeda dengan karet,
penyadapan getah kemenyan tidak memerlukan wadah. Getah dibiarkan
keluar dari batang pohon hingga meleleh. Getah kemenyan yang
mengandung asam sinamat sekitar 36,5 persen, banyak digunakan
untuk industri farmasi, kosmetik, rokok, obat-obatan, dan ritual
keagamaan.
Kemenyan merupakan sumber mata pencaharian utama masyarakat
adat dua desa ini. Lebih dari 60 persen warga Humbang Hasundutan,
Sumatra Utara, bekerja di sektor perkebunan kemenyan dengan nilai
transaksi diperkirakan mencapai Rp 2,1 Miliar tiap minggunya. Tanaman
10
11
12
13
14
15
Semacam doa permohonan yang dilantunkan dengan nada tertentu, agar hasil yang diperoleh
melimpah yang digambarkan dengan sekali menyadap pohon kemenyan maka bakul, tempat
kemenyan yang biasa mereka gunakan dan bawa dari kampung, akan penuh atau melimpah
ruah.
Artinya “Semoga”
martombak adalah pekerjaan mengambil kemenyan dan hasil hutan lainnya di hutan
kemenyan.
Menyadap atau mengambil getah kemenyan.
Membersihkan batang pohon kemenyan dengan alat yang mereka sebut guris.
Mengetok-ngetok batang pohon kemenyan dengan alat tertentu.