20
Konfl ik Agrar i a Ma sya r akat H ukum A dat Ata s W i layahnya di K awa s a n Hu ta n
di Tapanuli. Di antara puluhan kasus yang ada, tulisan ini secara khusus
menguraikan konflik antara Toba Pulp Lestari dengan salah satu
masyarakat adat di Tapanuli, yakni Pandumaan dan Sipituhuta.
Selain menuliskan proses perampasan hak-hak masyarakat adat oleh
Toba Pulp Lestari, serta pembumihangusan bukti-bukti klaim adat
tersebut, tulisan ini terlebih ingin menarasikan peristiwa-peristiwa
perampasan tanah dan hutan adat masyarakat adat Pandumaan dan
Sipituhuta, dan upaya-upaya berbagai pihak, baik dalam kerangka
memperkuat, maupun memperlemah alat klaim masyarakat adat atas
hak hak adatnya.
Tulisan ini ikut mengukuhkan relasi yang kuat yang telah berlangsung
sekitar 300 tahun antara komunitas yang dikenal dengan masyarakat
adat Pandumaan dan Sipituhuta dengan wilayah kelola yang disebut
sebagai tombak haminjon di area seluas 6.000 hektar di Kecamatan
Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Tulisan ini
juga menguraikan bagaimana alat-alat klaim yang menjadi memori
kolektif warga masyarakat adat dihancurkan secara sistematik oleh
sebuah perusahaan pendatang, Toba Pulp Lestari, sejak tahun 2009
sampai saat ini. Hancurnya batas-batas, hilangnya rotan sebagai
penanda, dan tebang habis kemenyan, serta menanami tumbuhan baru
eukaliptus adalah upaya menghilangkan jejak ingatan dan penanda
kepemilikan tombak haminjon ini.
A. Asal usul Masyarakat adat Pandumaan
dan Sipituhuta
Pandumaan dan Sipituhuta secara administrasi pemerintahan adalah
dua desa yang berbeda, tetapi dalam hal hubungan silsilah sosial dan
sejarah tata kelola sumber daya alam kedua desa ini ada dalam satu
kesatuan ratusan tahun jauh sebelum era kemerdekaan Indonesia. Dua
desa bertetangga ini berada di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang
Hasundutan, Sumatra Utara.
A.1. Silsilah Marga-Marga
Pollung, kecamatan di mana Desa Pandumaan dan Sipituhuta berada,
merupakan tempat di mana keturunan dari ketiga anak Toga Marbun
yang berangkat dari Bakkara mengadakan suatu upacara memanjatkan