budayanya begitupun sebaliknya. Sebagai contoh, penikmatan hak atas jaminan sosial yang merupakan bagian dari hak ekosob dapat dilihat aspek sipil dan politiknya manakala terjadi pembedaan pemenuhan antara laki-laki dan perempuan. Diskriminasi terhadap pemenuhan hak tersebut dapat dilihat sebagai aspek sipil dan politik dari hak atas jaminan sosial tersebut.24 5. Mengidentifikasi sumbersumber data potensial untuk masing-masing indikator. Sumber data dapat diperoleh melalui; statistik sosio ekonomi atau statistik administratif lainnya; data berbasis peristiwa (event based); data berbasis survey rumah tangga dan data berdasarkan penilaian pakar (expert judgement). Informasi terkait dengan sumber data akan terlihat pada Bab 3, Mengenai Metodologi Pengumpulan data. 6. Mengembangkan kuesioner dan petunjuk penggunaan indikator (metasheet) yang diperlukan untuk masingmasing indikator. Pengembangan 24 metasheet diperlukan untuk memastikan metodologi dan piranti pengumpulan data yang digunakan benar-benar dapat menjawab pengukuran indikator tersebut. 7. Melakukan pengujian dan perbaikan indikator dan teknik pengumpulan data yang dilakukan. Urutan prioritas dan pilihan atas indikator yang akan diuji menjadi penting mengingat terbatasnya waktu dan ketersediaan sumber daya. Upaya ini merupakan upaya jangka panjang dan perlu dilakukan secara terus menerus untuk mendapatkan hasil yang akurat dan terpercaya. Sumber: pixabay.com Katerina Tomasevski, Manual on Rights-Based Education: Global Human Rights Requirements Made Simple. Bangkok: UNESCO Bangkok, 2004 24 Katerina Tomasevski, Manual on Rights-Based Education: Global Human Rights Requirements Made Simple. Bangkok: UNESCO Bangkok, 2004 20 | MENGEMBANGKAN INDIKATOR HAK ASASI MANUSIA

اختر الفقرة المستهدفة3