BAB III
I M P L E M E N TA S I PA N C A S I L A S A AT I N I
•
Pancasila tercermin dalam perilaku sehari-hari: belum (89
persen)
•
Ideologi Pancasila sudah terlembagakan: belum (69 persen)
•
Kepemimpinan sekarang mencerminkan kepemimpinan
ideologis: belum (76 persen)
•
Tujuan Pancasila sebagai ideologi negara sudah terwujud:
belum (89 persen)
•
Sistem pemerintahan Indonesia sekarang sesuai dengan
Pancasila: tidak (71 persen)
•
Peran kepemimpinan dalam menegakan ideolongi Pancasila:
krusial (72 persen)
•
Pendapat tentang pendidikan Pancasila sekarang ini: menarik
(65 persen)
•
Bahan (buku, diktat, dll) sudah mencukupi
pembentukan (Pancasila): belum (80 persen)
•
Kepemimpinan Pancasila berasal dari kalangan pemerintah
dan tidak (78persen)
dalam
Memang pada hulunya adalah pudarnya nilai budaya Pancasila (15,6
persen) (Lihat pada Gambar III-3). Lalu hilirnya adalah solidaritas
nasional semakin melemah (60,0 persen) dan, juga melemahnya toleransi
antara golongan kaya-miskin (61,4 persen), yang mana berkaitan dengan
pencapaian kondisi ekonomi yang makin buruk sehingga bertautan dengan
tingkat pengangguran yang semakin memburuk pula (43,4 persen), yang
mana hal ini sekaligus menunjukkan fenomena memori kolektif yang mulai
rusak. Jika sebelumnya dikatakan bahwa kesejahteraan dan ketahanan
nasional merupakan satu tarikan nafas yang positif, maka juga sebaliknya,
bahwa ketidaksejahteraan dan ketidaktahanan nasional juga sebuah tarikan
nafas yang negatif, yang kemudian diperburuk oleh situasi penegakan
hukum oleh aparat dan lembaga hukum yang sangat lemah, yang belum
Pancasila, Hak Asasi Manusia dan Ketahanan Nasional
45