kemudian prosesnya. Sering terjadi, suksesnya pembahasan materi bergantung pada bagaimana proses tersebut dilakukan. Sebagai contoh, dalam curah pendapat untuk menyelesaikan masalah, solusi yang dihasilkan seringkali tidak memuaskan lantaran curah pendapat yang dilakukan tidak optimal. Apa yang Perlu Dilakukan Jika Terjadi Hal Berikut Ini: Peserta berkomentar: “Mengada-ada. Hilangnya kesempatan belajar Bukan seperti sungguhan...” l l l l l Ini memang studi kasus, bukan kasus sungguhan. Jadi, pendapat peserta memang sedikit banyak ada betulnya. Studi kasus yang diberikan mungkin sama sekali tidak akan pernah dialami oleh peserta. Namun, yang terpenting adalah proses bagaimana peserta menyelesaikan masalahnya. Semakin mengada-ada kasusnya, semakin jelas bahwa aspek yang dipentingkan adalah prosesnya. Oleh karena itu, pengantar harus sejelas mungkin sehingga peserta memahami relevansi pentingnya proses terhadap tujuan latihan. Cara yang lain adalah menerima kritik tersebut, kemudian menjelaskan bahwa pelatihan ini dapat mengasah kemampuan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang lebih kompleks. Jika kritik tersebut karena kasus sudah “kedaluwarsa”, penyelesaian yang logis adalah dengan mengkajinya kembali, dan membuat perubahan atau variasi yang diperlukan. Jika ini tidak mungkin dilakukan, jelaskan situasi ini dalam introduksi, tapi tetap beri penekanan bahwa peserta tetap dapat melatih kemampuannya. Hilangnya kesempatan belajar terjadi ketika peserta terjebak dalam analisis materi yang tiada akhirnya, meskipun hal itu sama sekali tidak menyimpang. Akibatnya, mereka kehilangan kesempatan mempraktikkan kemampuannya dalam proses. Penyelesaiannya terletak pada pengamatan. Ingatkan para peserta tentang tujuan utama latihan tersebut ketika mereka mulai menyimpang; Memberi penekanan tentang tujuan utama latihan pada pengantar merupakan cara untuk mencegah terjadinya masalah ini; Jika masalah ini muncul saat melakukan kaji ulang, Anda perlu mengajak peserta untuk menguraikan ingatan mereka pada proses yang telah dilakukan, merefleksikannya, serta mengingat kembali apakah ada proses pembelajaran yang terlewatkan. Pilihan lain, Anda mengkaji seluruh materi untuk meyakinkan bahwa proses belajar telah terjadi. Kapan Sebaiknya Menggunakan Studi Kasus? Tidak ada panduan yang dapat dengan cepat dan tepat untuk melihat tingkat kemajuan yang telah diraih oleh kelompok. Yang harus tetap diingat adalah jangan terlalu cepat memberikan latihan yang melibatkan proses antar-individu. Tunggu hingga peserta telah mengenal kemampuan satu sama lain. Begitu pula, jangan memberikan latihan yang sulit di awal pelatihan. Tunggu hingga Anda cukup memahami tingkat pengetahuan peserta. Peserta dapat menjadi tidak nyaman karena mereka merasa belum apa-apa sudah diuji. Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR 29

اختر الفقرة المستهدفة3