l l l l l Kedua, studi kasus bertahap. Jika kasus tersebut panjang dan rumit, bagi ke dalam tahapan-tahapan. Misalnya, tahap pertama peserta mempelajari dokumen dan melakukan kaji ulang. Selanjutnya, peserta membuat keputusan bersama yang menandai adanya pemahaman bersama; Ketiga, studi kasus yang berkembang. Sama halnya seperti Studi studi kasus bertahap. Perbedaannya adalah peserta tidak diberikan informasi yang lengkap, mereka harus bertanya ketika menemukan informasi yang kurang jelas atau kurang lengkap. Informasi baru tersebut mungkin juga kurang lengkap, sehingga proses akan terus berjalan hingga seluruh informasi diperoleh dan tugas dapat diselesaikan; Persiapkan pengantar dengan baik, sehingga peserta ataupun pengamat lainnya mampu memahami tujuan dan proses secara jelas; Rancang bagaimana Anda mengamati jalannya latihan dan melakukan kaji ulang. Hal ini akan sangat bergantung pada bagaimana latihan dilakukan. Contohnya, Anda dapat melakukan kaji ulang pada saat kelompok-kelompok kecil sedang bekerja, atau di antara tahapan, atau pada akhir latihan; Persiapkan semua bahan yang dibutuhkan, periksa ketepatan serta kelengkapannya, dan rancang bagaimana mendistribusikannya secara cepat. Ada beberapa hal yang harus diuraikan terlebih dulu kepada peserta sebelum memulai metode studi kasus ini. Uraian yang harus diberikan itu mencakup hal-hal sebagai berikut: l Apa yang mesti dilakukan peserta? Bagaimana prosesnya? Apa relevansi studi kasus ini dengan tujuan modul? Keahlian apa saja yang diperlukan? Mengapa keahlian tersebut penting untuk dipelajari?; l Bagaimana latihan ini akan dilakukan; l Informasi-informasi pendukung apa saja yang tersedia, dan di mana dapat diakses; l Pengaturan waktu, ruangan, dan sebagainya; l Bagaimana Anda akan melakukan kaji ulang; l Pembagian kelompok; l Kesepakatan aturan-aturan main. Bagaimana Memantau Latihan Studi Kasus? Ada dua pendekatan untuk memantau jalannya latihan melalui studi kasus ini. Perbedaan pendekatan tersebut akan berdampak pada perbedaan tujuan dan orientasi latihan. Pertama, jika yang menjadi orientasi latihan adalah materi (hasil), peran Anda akan lebih sebagai pengamat kelompok untuk memastikan peserta bekerja menuju solusi yang benar dan sesuai dengan harapan. Jika perkembangan kelompok baik, tinggalkan. Jika tidak, gunakan teknik tanya-jawab untuk membantu mereka kembali ke arah yang benar. Target orientasi latihan yang menekankan pada pencapaian materi (hasil) ini adalah menjamin bahwa setiap kelompok telah mencapai hasil yang memuaskan pada saat mereka harus mengkaji ulang di forum utama. Jika ini tidak terjadi, setidaknya mereka Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR 27

اختر الفقرة المستهدفة3