MANUAL PELATIHAN HAM KORPS BRIGADE MOBIL (BRIMOB) KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA 2018
2.
Pembahasan referensi
Diskusi pembahasan referensi ini dilakukan di tingkatan internal Komnas HAM yang
melibatkan para penyuluh yang sejak tahun 2011 telah terlibat dalam penyuluhan,
pelatihan maupun TOT bagi anggota Kepolisian. Diawali dengan pengumpulan
referensi-referensi pendukung untuk lebih memahami tugas dan fungsi Kepolisian
beserta persoalan-persoalan yang ada yang seringkali memicu terjadinya pelanggaran
HAM.
Selain itu, dibahas juga tentang peraturan-peraturan Kapolri yang menjadi standar
prosedur Polisi dalam menjalankan tugasnya di lapangan. Peraturan-peraturan
tersebut selanjutnya dibandingkan dengan instrumen internasional seperti UN Code
of Conduct for Law Enforcement, Prinsip-prinsip PBB tentang Penggunaan Kekuatan dan
Senjata Api dan lain-lain.
3.
Penyusunan outline atau sistematika penulisan
Berdasarkan hasil FGD dan pembahasan referensi, selanjutnya disusun outline atau
sistematikan penulisan manual dengan memperhatikan aspek pemahaman tentang
HAM 30%, pemahaman tentang keterkaitan HAM dengan tugas dan fungsi Polisi 40%,
praktek (fasilitasi) penyebarluasan HAM 20% dan lain-lain 10%.
4.
Penulisan Manual
Penulisan manual dilakukan oleh Tim Penulis melalui pembagian tugas penulisan
berdasarkan spesifikasi masing-masing penulis. Setelah masing-masing penulis
menyelesaikan tugasnya, dilakukan konsinyering pembahasan keseluruhan isi manual
secara detail. Pembahasan pertama dilakukan untuk membahas draft awal yang
selanjutnya menghasilkan catatan-catatan perbaikan yang harus diperbaiki oleh
masing-masing penulis kembali. Pembahasan kedua dilakukan untuk membahas hasil
perbaikan dan melakukan penyelarasan bersama expert tim baik dari Polisi maupun
akademisi dan pemerhati Kepolisian. Hasil dari pembahasan kedua tersebut adalah
manual yang siap diujicobakan melalui pelatihan.
5.
Uji coba manual
Ujicoba adalah sebuah cara yang dilakukan untuk mengetahui apakah manual yang
disusun cukup efektif dan aplikatif ketika digunakan dalam sebuah pelatihan dan
apakah tujuan dari manual ini dapat tercapai. Ujicoba dilakukan dalam sebuah pelatihan
HAM bagi anggota Kepolisian yang diawali pada tahun 2015 bagi perwira menengah di
jajaran Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara, tahun 2016 pelatihan khusus bagi perwira
reserse dan pada tahun 2017 ujicoba manual di 3 Kepolisian Daerah yaitu Polda Metro
Jaya, Polda Jawa Tengah dan Polda Sumatera Barat serta Korps Brimob. Khusus pada
Korps Brimob, selain ujicoba manual juga dilakukan workshop penyempurnaan manual
yang melibatkan fasilitator, gadik dan instruktur Brimob.
Hasil pengamatan dan evaluasi atas keseluruhan proses pelatihan yang mengaplikasikan
manual tersebut menjadi dasar bagi perbaikan dan finalisasi akhir manual.
6.
Workshop Finalisasi Akhir Manual
Dalam workshop ini dilakukan pembahasan akhir manual yang telah diujicobakan
dan mengalami perbaikan akhir. Hasil akhir workshop adalah manual pelatihan bagi
anggota Kepolisian yang telah siap digunakan oleh berbagai pihak.
18