B ab I
•
I nkuiri Nasional S ebagai P endekatan
Identifikasi Pelaku Kepentingan
24. Identifikasi pelaku kepentingan dalam Inkuiri Nasional menjadi
penting karena menyangkut sumber informasi, data, dan sasaran
rekomendasi. Pemangku kepentingan utama dapat meliputi para
korban dari situasi HAM yang tengah diselidiki, pejabat pemerintah,
organisasi nonpemerintah, akademisi dan profesional, kelompok
agama, serta organisasi lainnya. Pihak yang diduga atau berpotensi
sebagai pelaku, selanjutnya disebut pihak yang diadukan. Keahlian
dan pengalaman para pemangku kepentingan merupakan hal
mendasar bagi keberhasilan inkuiri. Pemangku kepentingan dapat
mempunyai beragam pandangan tentang Inkuiri Nasional, mulai
dari sangat mendukung hingga sangat menolak. Di sinilah perlunya
konsultasi dengan para pemangku kepentingan. Inkuiri Nasional
perlu menggunakan beragam strategi untuk melibatkan pemangku
kepentingan yang diperlukan keterlibatannya. Daftar para pihak
yang diadukan yang hadir dalam DKU data dapat dilihat lampiran.
•
Pemilihan Komisioner Inkuiri dan Tim
Pendukung
25. Tim Inkuiri Nasional dapat memillih anggota tim yang tepat dari
beragam latar belakangnya, yang terdiri atas gabungan keahlian
dan keterampilan. Tim inkuiri tersebut dibagi menjadi Komisioner
Inkuiri dan Staf inkuiri. Komisioner Inkuiri sebagai penggerak dan
pengarah internal. Komisioner Inkuiri juga mencerminkan rupa dari
Inkuiri Nasional itu. Secara kolektif Komisioner Inkuiri memimpin
keseluruhan tim inkuiri. Komnas HAM juga menunjuk ahli sebagai
Tim Substansi.
13