Pengantar Bantuan uang senilai milyaran yen yang mengucur deras ke Pemerintah Indonesia, menjadikan Pemerintah Indonesia memiliki keengganan yang besar (political will yang lemah) untuk mempersoalkan kasus Jugun Ianfu ke Pemerintah Jepang. Padahal sistem Jugun Ianfu yang dibangun militer Jepang semasa perang Asia Pasiik telah memaksa ribuan perempuan Indonesia sebagai budak seks. Akibat kondisi ini, persoalan Jugun Ianfu di Indonesia mengalami pasang surut di tengah percaturan politik Indonesia, berbeda dengan advokasi Jugun Ianfu yang dilakukan di beberapa negara yang justru semakin menguat. Ada beberapa peristiwa penting yang patut dicatat dalam advokasi gelombang kedua Jaringan Advokasi Jugun Ianfu, antara lain : • Konsolidasi Jugun Ianfu Jawa Tengah 19-20 Agustus 2005 • Investigasi Jugun Ianfu Jawa Barat April 2006 Dinamika menguatnya advokasi Jaringan Advokasi Jugun Ianfu ini sesungguhnya merupakan hasil reposisi dari gelombang kedua yang banyak kehilangan organ pendukungnya pada pertengahan 2006. Paska rapat kerja jaringan di Sukabumi 16 September 2006 terbentuk komposisi baru jaringan dengan masuknya pendukung-pendukung baru secara organisasi maupun individu. Tidak dipungkiri, hal ini merupakan perubahan yang cukup mencolok baik dari semangat maupun untuk rangkaian kegiatan advokasi Jugun Ianfu, meski untuk ukuran kemasifan sebuah gerakan sosial, Jaringan Advokasi Jugun Ianfu masih bermain di level mikro yang efeknya belum mengglobal. Beberapa kegiatan advokasi yang cukup strategis pra dan paska reposisi keanggotaan Jaringan Advokasi Jugun Ianfu, antara lain : • Aksi damai 9 Agustus 2006 di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta yang cukup mencuri perhatian publik. Hal ini ditandai dengan banyaknya media yang meliputi aksi damai ini. xi |

Выберите целевой абзац3