Panduan Pelaksanaan untuk Rencana Aksi Regional tentang Pembela Hak Asasi Manusia praktik konsultasi dan pendekatan yang berbasis HAM serta memastikan bahwa hal ini tidak dengan sengaja mendiskriminasi atau mengasingkan sebagian PHAM. Pendekatan interseksional juga diperlukan, mengingat terjadinya pelanggaran multidimensi terhadap PHAM, terutama perempuan, masyarakat adat, dan masyarakat terpinggirkan. iii. Keamanan Semua aksi yang dilakukan dalam pelaksanaan Panduan ini harus memprioritaskan keamanan PHAM atau kelompok PHAM tertentu. Kami mengusulkan agar dalam melaksanakan Panduan ini, pengguna mengadopsi pendekatan ‘jangan merugikan’ dan memprioritaskan keamanan korban sebisa mungkin. Ini mencakup memastikan kerahasiaan dan keamanan komunikasi kapan pun Anda menerima informasi sensitif dari PHAM serta informasi tentang ancaman yang dihadapi oleh PHAM. Bukan hal yang aneh bagi PHAM jika diawasi oleh lembaga pemerintah dan aktor non-Negara sehingga komunikasi yang aman harus dipertahankan.6 Materi edukasi (seperti “panduan security in-a-box”)7 harus tersedia (dan dalam bahasa terkait) sehingga baik staf Anda maupun PHAM eksternal mengetahui, mengadopsi, dan menerapkan praktik keamanan digital yang tepat. iv. Perlindungan kolektif Perlindungan PHAM secara tradisional berfokus pada aspek keamanan individu; yaitu cara menjamin keamanan dan integritas PHAM tertentu (mis. dengan pengawal pribadi/bodyguard atau relokasi). Meski demikian, pendekatan individu terhadap perlindungan memiliki keterbatasan, misalnya menimbulkan konflik dengan organisasi dan masyarakat karena memprioritaskan sejumlah pembela HAM dibanding pembela HAM lainnya.8 Perlindungan kolektif bertujuan untuk memperkuat gerakan sosial dan mewujudkan lingkungan yang mendukung PHAM untuk membela HAM. Ini sangat terkait erat dengan kekhususan konteks lokal kelompok atau masyarakat serta dengan kapasitas internal mereka untuk bertahan. Keamanan pembela HAM pada dasarnya sering terkait dengan keamanan masyarakat dan wilayah mereka serta hanya dapat sepenuhnya dicapai dalam konteks pendekatan holistik. Pendekatan ini mencakup pendalaman demokrasi, perjuangan menentang impunitas, pengurangan kesenjangan ekonomi, serta pencarian keadilan sosial dan lingkungan. Perlindungan kolektif juga menyiratkan pembangunan kekuatan kolektif dengan menanamkan strategi perlindungan di wilayah, praktik budaya, pengetahuan leluhur, dan kehidupan komunitas pembela HAM, dengan mendukung pembentukan dan pengaktifan jaringan perlindungan dan ruang yang aman. Pendekatan Anda terhadap perlindungan harus mempertimbangkan keterkaitan antar semua aspek yang berbeda dalam kehidupan PHAM yang mungkin terdampak karena pekerjaan mereka (fisik, emosional, finansial, interpersonal, profesional, dsb.) serta mengambil tindakan untuk menghadapinya secara keseluruhan.9 Materi tentang keamanan holistik ini10 oleh Center for Victims of Torture, Tactical Technology Collective, dan Front Line Defenders menyediakan panduan yang berguna. 6 https://undocs.org/A/HRC/31/55 ayat 59 7 https://securityinabox.org/en/ 8 Lolita Chavez/Marusia Lopez (2021): https://www.jass-fghr.org/collective-protection-to-defend-territory-defense-of-territoryto-protect-life?source=share-jass See also: https://justassociates.org/en/resources/mch-6-rethinking-protection-power-movements 10 9 https://holistic-security.tacticaltech.org/media/sections/chapterpdfs/original/HS_Complete_HiRes.pdf 10 https://holistic-security.tacticaltech.org/media/sections/chapterpdfs/original/HS_Complete_HiRes.pdf

Выберите целевой абзац3