b. Kebutuhan akan determinasi diri (dengan dominasi dan perbudakan)
c. Kebutuhan akan martabat dan identitas
67. Bentuk penyiksaan mental dengan menyasar pada kebutuhan akan rasa aman,
misalnya:
- Menakut-nakuti secara berulang dan dengan ancaman yang meningkat
berupa ancaman mutilasi dan kekerasan seksual, termasuk terhadap
saudara, teman, ataupun sesama tahanan;
- Dipaksa menyaksikan pembunuhan atau penyiksaan atas orang lain;
- Memprovokasi fobia tertentu yang ada pada dirinya atau budaya
masyarakatnya;
- Memasukkan ke peti mati atau dikubur hidup-hidup untuk menciptakan
rasa takut.
68. Bentuk penyiksaan psikologis dengan menyasar pada kebutuhan akan
determinasi diri (biasanya dilakukan dengan dominasi dan perbudakan), yaitu
dengan menghilangkan kendali atas sebanyak mungkin aspek-aspek kehidupan
dirinya, otonomi dirinya untuk menunjukkan bahwa korban berada di bawah
dominasi pelaku dan bergantung total pada pelaku. Untuk itu, cara yang paling
umum dilakukan, yaitu:
- Secara paksa menyediakan, menahan atau mengambil akses atas
informasi, bacaan, udara segar, cahaya, makanan, atau penghangat;
- Menciptakan atau mempertahankan lingkungan yang secara konstan
berubah-ubah;
- Memaksakan sanksi dan reward yang absurd, tidak logis, dan saling
bertentangan;
- Memaksakan pilihan-pilihan yang tidak mungkin sehingga korban terpaksa
terlibat dalam penyiksaan atas dirinya sendiri.
69. Bentuk penyiksaan mental dengan menyasar pada kebutuhan akan martabat
dan identitas, yang sama seperti mengarah pada kebutuhan determinasi diri,
penyiksaan mental ini disertai dengan merendahkan harga diri dan identitas
secara sengaja dan sistematis dengan melanggar privasi, martabat, dan
integritas seksual, antara lain:
- Pengawasan secara terus-menerus;
- Pelecehan secara verbal, penghinaan agama, seksual, rasial, dan pribadi;
- Mempermalukan secara publik atau defamasi;
- Pemaksaan untuk telanjang atau masturbasi;
- Pelecehan seksual melalui insinuasi, candaan secara verbal, tuduhan,
ancaman atupun dengan menunjukan alat vital;
23