cakupan materinya itu, buku ini lebih merupakan panduan praktis fasilitasi yang dimaksudkan sebagai buku pegangan bagi fasilitator. Buku ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama menguraikan tentang pelatihan partisipatif dan sejumlah metodenya, yang harapannya akan dapat menjadi panduan praktis bagi fasilitator dalam memproses dan memfasilitasi pelatihan. Kurikulum pelatihan yang menguraikan maksud dan tujuan dari penyelenggaraan pelatihan dasar hak asasi manusia, metode fasilitasi, dan agenda kegiatan yang mencakup materi-materi yang akan dipelajari dalam pelatihan ditempatkan pada bagian awal buku ini. Bagian pertama buku ini juga memberikan uraian tentang pengetahuan dasar proses fasilitasi. Hal-hal yang berkenaan dengan gambaran umum tentang pelatihan partisipatif, langkahlangkah untuk menjadi fasilitator dalam pelatihan partisipatif, keterampilan fasilitasi, dan metode-metode yang dapat digunakan dalam proses pelatihannya merupakan topik-topik yang dipaparkan. Uraian mengenai jenis-jenis media yang dapat digunakan sebagai alat bantu fasilitasi dijadikan sebagai penutup bagian pertama ini. Bagian kedua buku ini merupakan modul yang akan digunakan sebagai acuan fasilitator untuk memfasilitasi pelatihan. Bagian ini berisikan modul-modul yang disusun berdasarkan kurikulum pelatihan, yang secara keseluruhan terbagi menjadi sepuluh modul. Langkahlangkah dan proses fasilitasi diuraikan pada setiap modulnya. Materi di setiap modul ini dilengkapi pula dengan lembar penugasan, lembar diskusi kelompok, studi kasus, dan sejumlah bahan rujukan yang dapat digunakan fasilitator dalam proses fasilitasi. Manual yang jadi pegangan fasilitator ini akan dilengkapi dengan manual kedua, yang ditujukan sebagai buku pegangan bagi partisipan/peserta pelatihan. Dalam manual kedua tersebut akan lebih banyak diisi dengan bahan-bahan bacaan, baik yang berupa rangkuman materi tiap modul maupun instrumen-instrumen, yang akan dijadikan sebagai rujukan dalam proses belajar para peserta selama pelatihan, terutama dalam kaitannya dengan penugasanpenugasan yang akan diberikan pada modul tertentu. 3. Proses Penyusunan Manual Proses penyusunan manual ini melalui sejumlah tahap, yaitu: Tahap I: Evaluasi Pada tahap ini, tim penyusun melakukan evaluasi terhadap Manual Pelatihan Dasar HAM: Pegangan Fasilitator yang diterbitkan Komnas HAM pada 2006 melalui forum focus group discussion (FGD). FGD ini dihadiri oleh para fasilitator dan komisioner Komnas HAM serta pakar HAM dan pakar pendidikan HAM dari eksternal Komnas HAM. FGD dilakukan selama beberapa kali untuk memastikan bahwa semua bagian dari Manual Pelatihan Dasar HAM x Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR

Выберите целевой абзац3