2014 Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Selain aktivitas rutinnya tersebut, ia juga cukup berperan dalam Tim Amandemen UU No.39 Tahun 1999 tentang HAM dan anggota Tim Amandemen UUNo. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Ia tercatat sebagai peneliti di Komnas HAM pada tahun 2006 s.d. 2008. Tahun 2009, Roichatul Aswidah aktif di Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (DEMOS) dan di Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM). Karya tulis yang telah dihasilkannya antara lain Hak Asasi Manusia: Solusi Menghadapi Fundamentalisme (Jurnal Dignitas, Elsam 2012); Dealing with the Past Challenges Facing the Indonesian Truth and Reconciliation Commission (2005). Pada Maret 2014 sampai dengan Maret 2015, beliau dipercaya untuk menjabat sebagai Koordinator Subkomisi Pengkajian dan Penelitian. Banyak hal yang telah dilakukannya untuk mendorong penyelesaian kasus-kasus yang ditangani oleh Komnas HAM, antara lain menjadi Ketua Tim Ad Hoc Tindaklanjut Penyelidikan Pelanggaran HAM Yang Berat Peristiwa Kerusuhan Mei 1998, Wasior dan Wamena, Trisakti, Semanggi I dan Semanggi II, Penghilangan Orang Secara Paksa, Talangsari, Penembakan Misterius dan Tragedi 1965-1966. Roichatul juga tercatat sebagai Pengarah Tim Inkuiri Nasional Komnas HAM tentang Hak Masyarakat Hukum Adat atas Wilayahnya Di dalam Kawasan Hutan, Anggota Tim (merangkap juru bicara) Pemantauan dan Penyelidikan Pengungkapan Peristiwa Penghilangan Orang Secara Paksa Tiga Belas Aktivis 1997/1998, Anggota Tim Penyelidikan Hilangnya 18 orang pada 2009 Di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Papua, dan Ketua Tim Analisis Hukum Peristiwa Pembunuhan Munir Said Thalib. Pada peringatan Hari HAM Internasional 10 Desember 2014, Roichatul ikut berperan aktif dalam menghadirkan Presiden dan Wakil Presiden pada acara pembukaan di Istana Negara Yogyakarta dan acara Lokakarya Nasional (Loknas) di Hotel Grand Sahid Jakarta. Perlu disampaikan bahwa acara Loknas berjalan cukup sukses dan mendapat respon positif dari pihak-pihak terkait seperti Ketua MPR, DPR, MA, dan Kejaksaan Agung yang turut hadir sebagai pembicara. Loknas berhasil diselenggarakan juga berkat dukungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan menghasilkan sejumlah rekomendasi sebagai peta jalan pembangunan Indonesia ke depan yang berpijak pada pendekatan HAM. Pada Januari 2015 Roichatul diangkat menjadi Anggota Tim Penyelidikan Dugaan Kriminalisasi Pimpinan KPK. ƒ†”ƒ›ƒ–‹‘‹ƒ‰ƒ Anggota Subkomisi Pengkajian dan Penelitian Kandidat Ph.D Universitas Leiden Belanda ini lahir di Jakarta pada 19 Oktober 1961. Sandrayati berhasil meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung pada tahun 1986. Sandra mengawali karirnya di lingkar advokasi lingkungan hidup dan hak asasi manusia sebagai Koordinator Pengembangan Sumber Daya pada Sekretariat Kerjasama Pelestarian Hutan Indonesia (SKEPHI) 1987. Ia juga menjabat sebagai Koordinator Program Hukum dan Lingkungan di Eksekutif Nasional Walhi sejak 1989 sampai dengan 1993. Sejumlah jabatan pun sempat disandangnya antara lain Deputi Direktur Lembaga Laporan Tahunan Komnas HAM 2014 5

Выберите целевой абзац3