Modul 2
memperlihatkan foto Bintang dengan tambahan tulisan yang menuding
komika itu menggunakan sabu-sabu. Akun-akun itu memposting foto-foto
dengan editan yang nyaris mirip satu sama lain, lengkap dengan seplastik klip
barang menyerupai sabu.
Lebih lanjut, pada situs berita CNNIndonesia.com8 dijelaskan kronologi
kritik Bintang Emon yang berujung serangan di medsos. Meme Emon yang
berisi tudingan penggunaan sabu pun beredar kemana-mana mulai Senin
(15/6/2020). Sejak itu, pembelaan terhadap Emon meledak, terutama setelah
comedian Pandji Pragiwaksono (@pandji) dan Fiersa Besari (@FiersaBesari).
Warganet pun ramai-ramai menyebut serangan terhadap Emon merupakan
ulah akun-akun buzzer sembari mengkritisi pemerintah yang takut pada
generasi kritis Emon. Sejak itu, kata “Emon” menjadi lebih viral dibanding
kasus utamanya, yakni “Novel Baswedan”. “Dari trend di atas, tampaknya
netizen bergeser perhatiannya, dari membahas isu esensial (Novel Baswedan)
menuju isu penyerta,” kata Ismail Fahmi, Pakar media sosial dari Drone Emprit
dan Media Kernels Indonesia.
Usai mendapat serangan buzzer, Bintang sempat mengunci akun medsosnya.
Baru pada Senin malam, Bintang kembali membuka akunnya. Ia lantas
mencuitkan ucapan terima kasih pada orang-orang yang telah mendukungnya
di akun Twitter.
Tak lama setelah itu, muncul video unggahan Bintang yang memamerkan
surat keterangan negatif narkoba di akun instagram. Surat itu memuat hasil
pemeriksaan dari RS Pondok Indah yang menyatakan Bintang negatif narkoba
berdasarkan pemeriksaan urin dan tes amphetamine, opiates coccaine,
marijuana, dan benzodiazepine.
Ia selama ini memang dikenal kerap mengunggah video-video kritikan
dengan selipan humor khas stand up comedian. Videonya yang berisi pesan
untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari bahaya Corona juga sempat
viral pada Maret lalu. Tak hanya diserang akun anonim, Bintang Emon juga
diganggu lewat aduan di dunia nyata kepada Kementerian Komunikasi dan
Informatika.
8.
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200616104226-20-513754/kronologi-kritik-bintang-emon-berujung-serangan-di-medsos, diakses pada 6 Mei 2021.
Pelatihan Hak atas Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi “Ekspresi Seni”
35