dan kesehatan reproduksi melalui media Zoom Meeting sebagai upaya pemberian
dukungan psikososial selama pandemi Covid-19. Akan tetapi penggunaan aplikasi Zoom
ini menjadi terkendala ketika tidak dapat mengoperasikannya, sehingga YAPESDI juga
memberikan pelatihan cara memakai zoom selama 3 sesi masing-masing 3 jam.
Di samping semua kendala yang dihadapi oleh PDPD, ada fenomena unik di mana
banyak juga di antara PDPD yang justru menikmati belajar dari rumah (BDR), hal ini
disampaikan oleh OPD14 WWI. Meskipun mereka merindukan teman-teman di sekolah, di
antara mereka juga merasakan keadaan bebas tekanan (tension) dari guru dan temanteman di sekolah. Selama ini, menurutnya, masyarakat belum terlalu sadar tentang hakhak disabilitas, justru sebaliknya secara sadar atau tidak sadar memberikan tekanan pada
penyandang disabilitas, termasuk di lingkungan sekolah.
Analisis:
•
Inisiatif dukungan psikososial telah dilakukan oleh beberapa pihak sekolah maupun
yayasan pendidikan, namun belum banyak yang melakukannya mengingat adanya
kendala sumber daya dari masing-masing pihak.
•
Dukungan psikososial dapat diberikan berupa layanan konsultasi ke psikolog, home
visit, dan pelatihan-pelatihan lainnya yang dapat memperkuat psikis, baik PDPD, orang
tua, maupun guru, dalam menghadapi situasi pandemi ini.
•
PDPD membutuhkan dukungan lebih dalam menghadapi pandemi ini, baik berupa hal
teknis penyelenggaraan metode daring maupun hal-hal lain yang berhubungan dengan
dukungan psikis.
b. Layanan Pendidikan bagi PDPD di Masa Pandemi Covid-19
Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan
dan Budaya, Dr. Samto, menyebutkan bahwa layanan pendidikan bagi PDPD di masa
pandemi Covid-19 tetap diadakan melalui metode daring dan luring (blended learning).
Pembelajaran daring dilaksanakan secara tatap muka virtual, tanpa tatap muka virtual,
serta kelas maya atau dikenal juga sebagai learning management system (LMS). Sedangkan
pembelajaran luring dilaksanakan melalui akses televisi atau radio maupun menggunakan
modul, lembar kerja atau media cetak lainnya. Adapun untuk metodenya diserahkan
kepada masing-masing sekolah dengan pendekatan yang sesuai dengan ketersediaan dan
53