pembangunan sejatinya bertujuan mengurangi kemiskinan, ketimpangan, dan pengangguran. Meskipun sebuah negara berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi yang fantastis, namun jika kemiskinan, ketimpangan atau pengangguran memburuk maka pembangunan tetap dianggap gagal. Dalam kata-kata Seers: “The questions to ask about country’s development are therefore: what has been happening to poverty? What has been happening to inequality? What has been happening to unemployment? If all three of these have declined from high levels, then beyond doubt this has been a period of development for the country concerned. If one or two of these central problems have been growing worse, especially if all three have, it would strange to call the result “development”, even if per capita income doubled. “ Hal ini kemudian dipertegas oleh Mahbub ul Haq, perumus Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurut ul Haq (1995), perencanaan pembangunan seharusnya menempatkan pembangunan manusia sebagai tujuan dan sasaran akhir pembangunan. Hal ini berarti bahwa investasi modal bukanlah tujuan akhir dari pembangunan. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan manusia kurang tepat jika diukur dengan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, perencana pembangunan harus menempatkan rumusan kebutuhan dasar manusia sebagai prioritas utama sebelum merumuskan aspek-aspek produksi dan konsumsi dalam perencanaan pembangunan ekonomi (ul Haq, 1995). Terkait dengan hal itu, ul Haq (1995) menyatakan “Plan targets must first be expressed in basic human needs and only later translated into physical targets for production and consumption. This means that there will have to be a clear exposition of the targets for average nutrition, education, health, housing and transport—as a very minimum. 46 Kajian MP3EI dalam Perspektif Hak Asasi Manusia

Select target paragraph3