PENELITIAN 1. PENDAHULUAN Pandemi COVID-19 di Indonesia sudah berlangsung selama 11 bulan sejak Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan dua orang Indonesia pertama yang terkonfirmasi positif pada 2 Maret 2020.1 Ketika penelitian ini ditulis pada awal Februari 2021, tercatat sudah 1,18 juta lebih orang yang terkonfirmasi terinfeksi dan 32 ribu di antaranya meninggal dunia.2 Selain aspek kesehatan yang menimbulkan korban jiwa, pandemi COVID-19 juga berdampak pada banyak aspek lainnya. Beberapa di antaranya adalah meningkatnya jumlah pengangguran, angka kemiskinan dan jumlah siswa putus sekolah. Di Indonesia, tingkat pengangguran meningkat menjadi 7,07%, tingkat kemiskinan meningkat menjadi 9,7%, dan 983 anak putus sekolah.3 Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan bahwa pandemi COVID-19 lebih dari sekadar darurat kesehatan, namun juga merupakan “krisis sosial, krisis ekonomi, dan krisis manusia yang pada akhirnya menjadi krisis Hak Asasi Manusia (HAM)”.4 Dampak yang ditimbulkan COVID-19 ini secara logis juga berdampak pada upaya untuk mencapai Agenda 2030 Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). PBB dalam The Sustainable Development Goals Report 2020 menunjukkan dampak konkret tersebut pada pencapaian ke-17 tujuan TPB. Untuk konteks Indonesia, Migrant Care juga menerbitkan sebuah laporan yang memperlihatkan bagaimana dampak COVID-19 pada tiap tujuan TPB.5 1 “Presiden Jokowi Tegaskan Keseriusan Pemerintah Tangani Wabah Korona”, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, dipublikasi tanggal 02 Maret 2020, https://www.setneg.go.id/baca/index/ presiden_jokowi_tegaskan_keseriusan_pemerintah_tangani_wabah_korona 2 “Peta Sebaran”, Satgas COVID-19, dipublikasi tanggal 10 Februari 2021, https://covid19.go.id/petasebaran. 3 Data peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia lihat: “COVID-19 Pandemic: Impact on National Development and SDGs” sebagaimana paparan yang disampaikan oleh Diani Sadia Wati, Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas RI), dalam Festival Hak Asasi Manusia 2020, 17 Desember 2020. Untuk data anak putus sekolah di Indonesia akibat pandemi COVID-19, lihat: “UNICEF Indonesia dalam Peluncuran Strategi Nasional Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS)” dan Diseminasi Nasional Hasil Monitoring ATS yang diselenggarakan secara virtual melalui akun YouTube Bappenas RI, 23 Desember 2020, https://www.youtube.com/watch?v=yRN2DM0uBcE. 4 5 António Guterres, “We are all in this Together: Human Rights and COVID-19 Response and Recovery”, United Nations, dipublikasi tanggal 23 April 2020, https://www.un.org/en/un-coronaviruscommunications-team/we-are-all-together-human-rights-and-covid-19-response-and. Hamong Santono, Safina Maulida, dan Wahyu Susilo, “Pandemi COVID-19: Tantangan Nyata Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia”, Migrant Care, dipublikasi tanggal 30 September 2020, https://migrantcare.net/2020/09/pandemi-covid19-tantangan-nyata-tpb-di-indonesia/. 1

Select target paragraph3