Pendahuluan 5. Peserta Pelatihan Peserta pelatihan yang menggunakan metodologi pendidikan orang dewasa dan metode partisipatif mensyaratkan beberapa hal sebagai berikut: a. Jumlah peserta pelatihan berkisar antara 20 – 25 orang. b. Komposisi peserta mempertimbangkan perimbangan jender. c. Proses penentuan peserta. Penentuan peserta pelatihan akan mempengaruhi “desain pelatihan”, baik yang menyangkut tujuan, isi atau materi, dan metodologi pelatihan itu sendiri. Untuk itu, profil peserta perlu dibuat dan diketahui jauh sebelum menyusun dan mengembangkan desain (rancangan) pelatihan sehingga pelatihan yang dilakukan efektif. Profil peserta dapat dilihat dari latar belakang, pengalaman, usia, pendidikan, dan lain sebagainya. Profil peserta yang akan mengikuti pelatihan harus tersedia sejak awal (perencanaan) dan penentuannya harus menggunaan kriteria yang jelas dan jika diperlukan ada proses seleksi yang transparan dan kredibel, juga harus memperhatikan keterwakilan jender yang signifikan. Selain profiling, penting juga untuk dilakukan assessment (semacam penilaian atau evaluasi) peserta pelatihan sebelum pelatihan dilaksanakan. Melalui assessment ini dapat diketahui motivasi, keinginan, dan harapan peserta. Melalui assessment pula akan terpetakan tentang kemampuan yang telah dimiliki para peserta, akan tergali hal-hal penting dari peserta yang dapat dibagikan atau ditularkan saat pelatihan berlangsung. Assessment akan sangat membantu para fasilitator untuk menjaga alur dan ritme pelatihan bisa berjalan efisien dan tepat waktu. 6. Jadwal Pelatihan Jadwal pelatihan harus disusun dengan cermat, lengkap dan detail. Termasuk antisipasi bila terjadi perubahan jadwal karena adanya kendala teknis, kendala ketidakhadiran narasumber, dan kendala lainnya. 7. Monitoring dan Evaluasi Monitoring dan evaluasi pelatihan sangat dibutuhkan untuk memastikan tercapainya tujuan pada masing-masing sesi pelatihan maupun tujuan pelatihan itu sendiri. Monitoring akan sangat baik jika dilakukan setiap hari, hal ini akan memudahkan dalam pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan akhir kegiatan. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam rangka monitoring dan evaluasi yaitu: a. Debriefing Harian Debriefing harian merupakan salah satu cara monitoring dan evaluasi pelatihan. Debriefing harian akan mampu mengidentifikasi efektivitas dan efisiensi pelatihan hari per hari. xiv | MANUAL PELATIHAN HAM Pengarustamaan Kabupaten/Kota HAM (Human Rights Cities)

Select target paragraph3