Menggugat Negara Indonesia Atas Pengabaian Hak-Hak Asasi Manusia
(Pembiaran) Jugun Ianfu Sebagai Budak Seks Militer dan Sipil Jepang 1942-1945
tapi harus melayani banyak tentara jepang setiap harinya. Kalo
saya lelah mereka memukuli saya karena merasa tidak puas”.
Kesaksian Cicih Suwarsih, Jugun Ianfu asal Bogor, Jawa
Barat
“Saat saya di perkosa berumur 17 tahun, secara tiba-tiba kami
kedatangan beberapa orang serdadu Jepang ke rumah. Diantara
mereka ada yang bisa berbahasa Indonesia, secara kasar mereka
menyeret saya yang sedang duduk di depan rumah, diseret masuk
ke dalam rumah. Saya dipaksa untuk telanjang dan diperkosa
bergantian. Akibatnya saya tidak sadarkan diri”.
“Waktu saya diseret ke dalam rumah oleh serdadu
sebenarnya diluar rumah banyak orang-orang yang
mengobrol, diantaranya ada beberapa laki-laki. Tetapi
diancam serdadu Jepang, orang-orang itu takut dan lari
birit”.
Jepang
sedang
karena
terbirit-
Kesaksian Juwariyah, Jugun Ianfu asal Bogor, Jawa Barat
“Umur saya waktu diperkosa serdadu Jepang kurang dari 15
tahun, hancurlah harapan hidup saya karena keseweng-wenangan
serdadu Jepang”. Ketika serombongan serdadu Dai Nippon datang
ke kampung kami di Ciampea. Waktu itu saya sedang mencuci
pakaian di Pancoran. Tiba-tiba saja beberapa orang serdadu Jepang
menghadang kami yang sedang mencuci pakaian. Salah satu dari
mereka menyeret saya ke semak-semak disekitar Pancoran, secara
bergiliran mereka memperkosa saya. Sehingga saya tidak sadarkan
diri.
|
42